Meraup Untung dari Bisnis Rumahan

268

BANDUNG selain terkenal dengan kuliner dan wisata alamnya, juga terkenal karena banyaknya fashion baru yang ada di Kota Kembang ini. Salah satunya adalah para perajin kulit yang terletak di daerah Cibaduyut. Yaa Cibaduyut terkenal karena industri fashion yang terbuat dari bahan kulit. Bagi Anda pecinta fashion berbahan dasar kulit belum lengkap jika belum mengunjungi As Leather Accessories.

Pemilik As Leather Accessories, Agung merintis usahanya sejak 2009. Awalnya As Leather Accessories belum memiliki nama dan masih dikelola oleh kakaknya Jovie pada tahun 1993. Karena jiwa bisnisnya yang tinggi, akhirnya Agung memutuskan untuk melanjutkan bisnis kakaknya.

As Leather Accessories ini adalah produksi rumahan yang terletak di Jalan Cibaduyut Dalam 1 Rt.02/Rw.01 belakang masjid Al-Fattah. Namun pruduksi rumahan ini mampu menyaingi toko-toko yang ada di sepanjang jalan raya.

Produksi As Leather ini berupa aksesoris motor seperti jok motor dari kulit, dompet kulit, sepatu kulit, ikat pinggang, jaket, dan bahkan topi yang terbuat dari kulit. Jangan tanya kualitasnya, sudah pasti dijamin standar luar negeri.

Mengapa standar luar negeri? Karena kang Agung langsung mengimpor barang dari luar, seperti kulit sapi dari Itali dan Jepang atau bahkan kulit dari Brazil. Yang sudah pasti tidak diragukan lagi kualitasnya.

Harganya pun sesuai dengan kualitas barang. Seperti jaket kulit yang dibuat langsung dari bahan kulit sapi impor dari Itali yang dibandrol R. 1.800.000. Wow, pecinta jaket kulit pasti tahu kan kualitasnya?

Barang barang dari As Leather dijual di dalam dan luar negeri bahkan sampai ke Eropa. Seperti penjualan ke Belanda, Inggris, dan Australia yang notabene adalah grup atau komuntas motor di negaranya.

”Kalau bisnis itu lebih ke mencari  relasi sih sebenernya. Saya juga bisa jual barang ke sana-sini karena relasi dan mereka tau kalau barang dari kita itu bagus.” ujar Kang Agung.

”Di sini ada empat orang karyawan, alhamdulillah dengan empat orang ini kita masih bisa memproduksi dan menjual sampe ke luar negeri,” pungkasnya

Dalam satu bulan As Leather bisa meraup untung 20 juta rupiah, namun bisa saja bertambah seiring dengan bertambahnya pemesanan dari para kosumen.

Mengapa As Leather bisa sampai ke luar negeri? Selain dari pada relasi yang dikembangkan Kang Agung dan empat karyawannya, produk As Leather juga merupakan  produk hasil kreativitas karyawan bahkan cara mengukirnya masih menggunakan tenaga manual bukan dengan tenaga mesin, sehingga kesan klasik dan antik melekat pada produk Kang Agung ini.

”Kita belum ada niatan untuk membuka toko yah seperti pedagang kebanyakan, karena selain modal yang cukup besar, juga kita harus kejar target agar toko bisa terbayar dan karyawan bisa terpenuhi haknya,” tambahnya

”Jadi kita hanya berjualan di rumah dengan bantuan media sosial seperti instagram. Dan kita tidak membuka jualan online namun kita hanya fokus di produksi saja, kalau konsumen mau jual di online shop yaa itu menggunakan nama pribadi tapi barang dari kita.”

Produksi rumahan ini sudah banyak menarik perhatian para penggila fashion di Bandung khususnya para baikers yang identik dengan jaket kulit dan sepatu kulit. Jadi untuk Anda yang suka dengan fashion berbahan dasar kulit saya rasa pas untuk mengunjungi As Leather Accessories.