Aksesoris Gelang Tali Handmade Kembali Digandrungi Kaula Muda

86

Produk  perhiasan aksesori etnik berupa gelang warna-warni dalam setahun terakhir ini khususnya kalangan remaja dan anak muda.
Dedi Suhandi,pemuda  kelahiran Sumedang 3 Januari 1992 adalah perajin sekaligus pemilik  usaha berlabel Akar Tangkal, Sumedang Jawa Barat  mengakui,  sejak tahun lalu, permintaan gelang warna-warni meningkat. “Tren gelang tali muncul lagi, seperti tidak pernah habis masanya,”ucap Dedi kepada BB di rumah sekaligus tempat berjualannya di daerah Bojong Padasuka Sumedang Utara,Selasa (07/08/2018).

Ia tertarik terjun ke bisnis gelang tali awalnya karena iseng.  Dedi semula membuat gelang untuk dipakai sendiri dan pesanan teman-teman di sekolahnya. Seiring berjalannya waktu, ia melihat ada peluang dari kreasi gelang tali ini,sehingga fokuslah ia dalam berkreasi membuat berbagai macam aksesoris dengan bahan tali frusik.

Kreasi gelang tali dijualnya seharga Rp 8.000 – Rp 25.000/buah. Harga tersebut tergantung pada motif dan variasi serta tingkat kerumitannya. Semua gelang buatannya berbeda  motif, berbahan prusik dan paracord, sehingga ukurannya lebih tebal dibanding gelang tali biasa.

“Yang harganya Rp 25.000  model anyaman pakai shuckkle atau semacam penyambung/pengait gelang yang terbuat dari bahan plastik ,” Dedi menjelaskan.
Dedi mengaku bisa menjual 20 sampai 50 buah gelang tiap bulan. Bahkan, bila sedang ramai pesanan, penjualannya bisa menembus hingga 90 buah gelang per- bulan. “Pelanggan datang dari berbagai kalangan. Awalnya  hanya dari Sumedang dan sekitarnya ,kini pemesan datang juga dari luar Sumedang,” tuturnya.

Beragam motif gelang ditawarkan , mulai dari yang polos dengan motif lingkaran kecil, ada juga gelang warna-warni, seperti merah dan kuning berselang-seling. “Saya juga menambahkan aksesori yang berbeda-beda biar makin menarik,” terang Dedi.

Semakin rumit dibuatnya, harganya pun  bisa lebih mahal.Gelang tali handmade sempat jadi tren di awal tahun 2000-an. Sebagian besar remaja pada masa itu berlomba-lomba memperbanyak koleksi gelang tali di tangannya. Dan sekarang , tren gelang serupa itu berulang kembali .

Selain adanya tambahan aneka aksesoris, motif gelang tali handmade saat ini juga lebih beragam. Baik dari segi warna maupun  motif anyaman. Tren warna yang ada sekarang lebih ke warna-warna soft dan pastel, seperti merah muda, biru muda, hijau dan toska.

Dedi berpendapat adanya pergeseran model tersebut dipengaruhi oleh pergeseran pasar yang mendorongnya karena akhir-akhir ini, gelang tali banyak diminati juga oleh orang dewasa, bahkan kaum pekerja. “Dulu, gelang tali ini kan  booming di kalangan para remaja, khususnya remaja laki-laki dan para pelaku kegiatan alam  bebas.Sekarang pasarnya  makin luas, hingga modelnya juga harus menyesuaikan,” ungkapnya.
Kesesuaian model gelang tali dan target pasar sangat penting , pasalnya, sekarang ini makin banyak pelaku usaha yang terjun ke bisnis gelang tali handmade. Dengan adanya kesesuaian antara model dan target pasar bisa jadi fokus bisnis dan membuat ciri tersendiri.

“Sekarang makin banyak yang jual gelang tali ini. Bahkan hampir semua orang bisa buat, karena tutorial pembuatan banyak tersebar di media sosial” jelas Dedi. Baginya pemilihan bahan gelang penting dalam membangun image branding. Dedi menyebut , penggunaan bahan tertentu juga untuk menghindari kesan mainstream.

“Kalau gelang yang saya buat ,  pakai bahan gelang yang seperti biasa, nantinya tidak ada yang spesial dari gelang buatan saya. Saya pakai prusik dan paracord biar tidak mainstream. Dedi berharap  usahanya bisa lebih berkembang  dengan adanya penguatan modal .

“Ya taulah kalo sekarang mau usaha apapun bisa,tapi yang paling utama kan tetep modal sebagai penunjang berjalannya usaha ,”ucap Dedi mengakhiri perbincangan dengan BB .(E010) ***