EDDY ISKANDAR, Konfliknya Tidak Terlalu Tajam

133

Film remaja berjudul “Rompis”, sampai hari  Sabtu (25/6/18) masih tetap bertahan  di bioskop-bioskop  di Indonesia.

Ada yang menarik dari film “Rompis” (Roman Picisan) ini. Dari hasil  pantauan BB.Com dibeberapa bioskop di Bandung dan Jakarta, penonton film “Rompis” tidak melulu kaum remaja, tapi juga kalangan orang tua.

“Karena saya sempat mengikuti sinetronnya dan kebetulan saya suka ceritanya. Jadi harus lah…nonton filmnya. Jadi ingat jaman SMA dulu hehehe… ,” kata Sherly warga Komplek Arcamanik Bandung yang ditanyai BB ketika antri untuk membeli tiket di salah satu bioskop di Bandung. Sherly akan menonton bersama suami dan kedua anaknya.

“Ya… anggap saja nostalgia, kebetulan anak-anak saya sudah memasuki masa remaja. Jadi malu saya hehehe….,” timpalnya lagi sambil tertawa dan dikomentari oleh kedua anaknya Alvin dan Alvira.

“Biasa Om…..nganter yang lagi nostalgia hahahaha…,” ujar Alvin yang terlihat sangat harmonis.

Penasaran dengan film bertajuk “Rompis”  yang dituangkan dari  Novel “Roman Picisan” karya H. Eddy D. Iskandar.

Kepada BB yang mewawancarainya , Eddy D.Iskandar menyebut , setiap sutradara  penulis skenario  menggarap sebuah film berdasarkan Novel, pasti memiliki tafsir dan visi yang berbeda denga sutradara lainnya yang pernah menggarap Novel yang sama. Itu terlihat dari hasil garapan sutradara Monty Tiwa dan penulis Skenario Haqi Ahmad ketika mengadaptasi Novel “Roman Picisan” , bila dibandingkan dengan film sebelumnya yang dibintangi Rano Karno dan Lidya Kandou (1980). Cerita film seolah melanjutkan kisah masa SMA ke masa kuliah – di Belanda.

“Dengan kecanggihan teknologi dan pengalaman menyutradarai sekian banyak film yang mendapatkan penghargaan di Festival Film, Monty Tiwa memilih menyajikan sebuah tontonan yang menghibur, konfliknya tidak terlalu tajam, tapi dekat dengan emosi remaja. Dengan kekuatan akting empat pemain, hampir sepanjang film, benar-benar membuat film “Rompis” ini  milik remaja saat ini dan yang  pernah remaja,” tutur Eddy. (E-011)***