H.Muhammad Syarifudin Iriyanto. ,Harta Boleh Sedikit, Sahabat Harus Banyak

172

H.Muhammad Syarifudin Iriyanto, kelahiran Medan  2 November 1962 , kini menjabat sebagai Sektretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung. Juga Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat dan anggota Kelompok Ahli Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat.

 Anak dari pasangan H.Yomo Diharjo (Alm) dan Hj.Maniah (Almh) , suami dari Idah Ariningtyas ini  menjadi Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung sejak tahun 2012.      HMS.Iriyanto mengaku, pemahamannya tentang bidang pendidikan karena dasar pendidikannya bidang pendidikan. Dikatakannya, kondisi pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan, karena kita belum memiliki blueprint atau program yang jelas tentang pendidikan Indonesia. Kita selalu mendengar ada istilah ganti menteri ganti kebijakan. Bongkar pasang kurikulum selalu terjadi, sehingga guru sebagai ujung tombak pendidikan sulit untuk melakukan pengajaran secara profesional. Disamping itu juga ketersediaan tenaga pengajar yang profesional belum merata di semua daerah. Fasilitas pendidikan juga belum memadai, sangat kekurangan, terutama di daerah perdesaan.”Inilah  yang seharusnya menjadi sasaran utama  pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini,” ungkapnya kepada BB, akhir pekan lalu di Bandung.

        Ayah dari Aulia Zakiah Firdaus, Muhammad Azali Akbar, Muhammad Imam Nasrulloh, dan Nafisa Gamitha Shafa ini mengaku, advokasi pendidikan telah ia digeluti sejak lama. Profesi mengadvokasi ini karena keterpanggilan hati melihat masih carut – marutnya proses pendidikan di negeri ini. Sehingga setiap tahun kita mendengar banyak  yang sulit untuk melanjutkan pendidikan.

        “Semua kegiatan , Alhamdulillah bisa diikuti dengan baik. Syaratnya kita harus ikhlas dalam bekerja dan berusaha. Apabila kita bisa mengatur waktu dengan baik, Insyaallah semuanya  bisa diselesaikan. Prinsipnya bukan waktu yang mengatur kita tapi kita yang mengatur waktu,” ucap Irianto.

        Penganut Motto hidup “Harta Boleh Sedikit, Tetapi Sahabat Harus Banyak” , menyebut targetnya dalam pembenahan bidang pendidikan , agar pendidikan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Yang kurang mampu dimudahkan, yang rumahnya jauh didekatkan dengan sekolah, sedangkan yang pintar dihargai prestasinya. HMS. Iriyanto berharap pendidikan jangan dijadikan komoditi politik atau alat pencitraan demi mencapai jabatan dan kedudukan tertentu.

        Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini menegaskan, kejujuran di dalam dunia pendidikan terasa sudah mahal harganya karena kita melihat kecurangan demi kecurangan terjadi di dalam pendidikan. Misalnya , kasus kebocoran soal pada ujian nasional jangan terjadi lagi.  Menyinggung tentang siapa yang paling berjasa dalam dirinya. Irianto dengan tegas menyebut , kedua orang tuanya.  Mereka itulah yang telah memberikan keteladanan dalam diri saya untuk menatap dunia dengan penuh kejujuran dan keikhlasan. (E-018)***