Muhammad Rendy Ghaniy Akbar dan Radinka Alkira Mufti, Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2018

159

Pemilihan duta bahasa Jawa Barat, sebagai kegiatan tahunan yang diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Barat bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2018 diikuti 814 peserta dari 27 kota/kabupaten se Jawa Barat. Pemilihan duta bahasa Jawa Barat tahun 2018 merupakan yang ke-13. Pemilihan duta bahasa pelajar dilakukann untuk memilih pemuda dan pemudi di Jawa Barat yang memiliki kemahiran dalam berbahasa Indonesia serta sikap dan perilaku bahasa mereka dapat menjadi teladan bagi masyarakat.     Tahapan seleksi  diikuti peserta dalam 3 tahap. Tahap satu  memilih 100 peserta terbaik,kategori penilaiannya meliputi kelengkapan administrasi serta penulisan esai tentang kebahasaan. Seleksi tahap dua , 100 peserta wajib mengikuti uji kemahiran berbahasa Indonesia,uji kemahiran berbahasa asing serta menulis esai dalam 3 bahasa, yakni bahasa daerah,bahasa Indonesia dan bahasa asing. Seleksi tahap dua untuk menentukan 30 finalis yang berhak mengikuti seleksi tahap tiga. Pada seleksi tahap tiga merupakan tahapan pembekalan,malam bakat serta final.

Acara final pemilihan duta bahasa pelajar di gelar di hotel Prama Grand Preanger , Jl.Asia Afrika Bandung. Pada acara puncak  sebanyak 30 finalis mendapatkan berbagai pengujian dari dewan juri. Mereka mendapat berbagai pertanyaan dari para juri dan diharuskan menjawab dalam waktu tertentu.Kesesuaian antara jawaban dengan limit waktu yang diberikan merupakan bagian dari pemberian nilai. Disela sela kegiatan , Balai Bahasa Jawa Barat meluncurkan sebuah aplikasi yang diberi nama SARASA. Aplikasi ini bisa diunduh melalui playstore,SARASA merupakan aplikasi yang berisi sarana tanya jawab mengenai bahasa dan kesusastraan.

Tujuan diluncurkannya aplikasi ini untuk memartabatkan bahasa Indonesia yang  digunakan untuk memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai ranah.Balai Bahasa Jawa Barat optimistis, aplikasi ini dapat bisa diunduh dan diaplikasikan penggunaannya oleh semua lapisan masyarakat, terutama kaum remaja yang sangat tergantung kepada gawai. Penggunaan aplikasi secara simbolis dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ,Prof.Dr.H Dadang Sunendar,M.hum.

Setelah melalui perjalanan panjang proses seleksi ,Muhammad Rendy Ghaniy Akbar meraih juara satu (putra ). Ia mendapat tropi serta uang tunai Rp  5 juta .Sedangkan juara pertama  kategori putri diraih Radinka Alkira Mufti  yang mendapat tropi serta uang tunai  Rp 5 juta. (E-001) ***