DR. R. Adjeng Mariana Febrianti, SE.,MM. , Pemasaran Dinamis Mengikuti Perubahan yang Terjadi

162

DR. R. Adjeng Mariana Febrianti, SE.,MM., lahir di Tasikmalaya  pada 28 Februari 1956,  dan kini menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widyatama dan Dosen Tetap di Pascasarjana Universitas Widyatama. Ia meniti karier sebagai Akademisi / Dosen Luar Biasa (LB) sejak tahun 1993 di Universitas Padjadjaran dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya sampai tahun 2011. Saat ini, akademisi berhijab tersebut hanya mengajar di UNPAD saja,  sebagai bentuk pengabdian dan partisipasi dari S1, S2, sampai S3.   DR. Adjeng Mariana tercatat juga sebagai Dosen Tetap dan  Pascasarjana  Universitas Widyatama sejak November 2011.   Ia mengaku bahwa, kiprahnya sebagai  dosen terinspirasi dari ibunya yang  bertugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan di Tasikmalaya.

“Kami terbiasa bersentuhan dengan dunia pendidikan,  salah satunya adalah dengan mendirikan  Kleinkinder Preschool Indonesia di Bekasi yang dikelola oleh menantu saya,  dan ternyata respon dari masyarakat sangat luar biasa,  namun semua itu tentunya setelah melalui proses yang panjang,”  ungkapnya  kepada BB di Bandung.

Adjeng Mariana sudah mengabdi pada dunia pendidikan selama 25 tahun dengan spesialisasi bidang Manajemen Pemasaran, karena masalah pemasaran dinilainya dinamis,  dan selalu mengikuti setiap perubahan yang terjadi di sekitarnya. ”Keunikannya,  di sekeliling adalah pemasaran,  walaupun tidak dalam kapasitas untuk  memasarkan,  dan apa yang disampaikan adalah selalu melalui komunikasi,”  tutur Adjeng.

Dalam pengabdiannya sebagai akademisi,  ia telah menghasilkan sekitar 20 karya ilmiah. Sejak DR. Adjeng diangkat menjadi Dosen Tetap di Pascasarjana Universitas Widyatama, dirinya sering melakukan penelitian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.   Salah satu penelitian yang berkesan bagi dirinya adalah,  ketika hasil penelitian itu dipresentasikan National Conference atau di International Journal.   DR. Adjeng juga berhasil meraih penghargaan sebagai Dosen Terfavorit Marketing PAAP Award.  Kemudian,  ia juga mengikuti International Conference di Germany.

”Di negara ini,  saya berkenalan dan bertukar informasi dengan kurang lebih 200 orang peserta lainnya,  yang merupakan utusan dari berbagai negara.   Artikel yang kami presentasikan adalah mengenai batik lawas dari Tuban Jawa Timur sebagai cikal bakal lahirnya batik,  dan itu juga merupakan koleksi dari Ibu saya sebagai penggemar batik- batik Jawa,”  ungkapnya.

Ajeng juga mengatakan bahwa, ia akan terus berkiprah sebagai akademisi, karena mempelajari ilmu adalah ibadah,  dan ibadah tidak  hanya di dunia pendidikan saja,  tapi juga dalam bentuk lain.   Menurutnya,  manfaat yang ia rasakan dengan menggeluti profesi sebagai akademisi adalah,  ia  bisa memperluas wawasan pemikiran serta menambah ilmu pengetahuan.   Dengan membagi ilmu pengetahuan kepada mahasiswa atau institusi lainnya,  maka ia dapat memperluas jalinan silaturahmi dengan mahasiswa dan sesama dosen,  bahkan juga dengan Institusi dari negara lain .

Untuk membekali diri, R. Adjeng Mariana Febrianti mengaku bahwa,  ia sering mengikuti perkembangan di semua bidang ilmu,  dengan membaca  buku ilmiah, artikel, majalah atau koran,  bahkan juga tabloid yang bersentuhan dengan pendidikan,  termasuk mengikuti seminar.

Rencananya ke depan,  ia akan terus meningkatkan kemampuan dalam menulis artikel  penelitian,  guna mempersiapkan diri untuk memegang jabatan fungsional dari Lektor ke Lektor Kepala serta Guru Besar.   Di samping itu,  DR. Adjeng juga  membina kemitraan dengan Kabupaten Bandung Barat,  dalam memberikan pelatihan usaha bagi mantan TKI  di Kecamatan Gunung Halu yang tidak ingin bekerja sebagai TKI lagi.

Hasil analisisnya mengungkapkan bahwa,  semua ilmu pengetahuan itu sifatnya dinamis dan akan terus berkembang ke arah yang lebih baik sesuai dengan fenomena yang terjadi. Menurutnya,  kreativitas yang baik akan selalu diikuti oleh inovasi yang berkelanjutan,  dan itu bisa berasal dari ilmu,  bahan baku,  SDM atau bahan penunjang lainnya.   Yang terpenting, semua itu bisa menghasilkan output yang profitable,  dan mampu memberikan pencerahan yang baik,  terutama untuk perkembangan ilmu pengetahuan.   Indikatornya adalah, niat, minat, fenomena, peluang, ancaman, komunikasi,  usaha dan kerja keras,   serta jaringan pemasaran yang kuat dan loyal.

Adjeng Mariana merekomendasikan bahwa, agar perkembangan wirausaha dapat tumbuh positif dan signifikan,  ada beberapa faktor yang harus ditingkatkan,  di antaranya adalah, harus menguatkan faktor internal,  menggali potensi Sumber Daya Alam yang ada, meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia, menumbuhkembangkan keunggulan yang ada dari daerah,  mengikutsertakan peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam setiap ajang kerjasama dengan pihak luar negeri,   serta mengadakan berbagai  pameran,  melalui kerjasama dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan,  serta Lembaga Keuangan penyokong permodalan bagi lingkup Usaha Mikro Kecil (UMK).

”Karena UMKM lah yang paling tangguh dalam menghadapi goncangan krisis ekonomi,”  pungkas Dr. Adjeng menutup perbincangan tentang UKM.

( E-018)***