5 Tahun Lagi Jualan Properti Online Booming di Indonesia

79

PENJUALAN properti secara online dinilai masih harus disosialisasikan kepada masyarakat. Berbeda dengan penjualan barang konsumtif, penjualan properti masih dilakukan secara konvensional dengan melakukan survei secara langsung.

Country Manager 99.co, Irvan Ariesdhana, mengatakan untuk mengubah marketplace menjadi e-commerce butuh waktu empat sampai lima tahun.

“Orang kan tahunya bisnis properti hanya berupa marketplace. Makanya kita adakan Hari Properti Nasional (Harpropnas) supaya bisa menjembatani bisnis ini ke arah e-commerce. Lima tahun dari sekarang sudah berubah tren-nya,” ungkapnya.

Menurutnya customer online yang membutuhkan prodak konsumtif sudah bisa mengarah ke e-commerce. Mereka akan lebih menyukai membeli smartphone seharga Rp11 juta dibanding harus booking produk properti. Itulah sebabnya, 99.co memisahkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dengan Harpropnas.

Irvan melanjutkan, customer behavior properti tentu berbeda dengan konsumen primitif, biasanya mereka akan melakukan survei sebelum Harpropnas. Ia menuturkan konsumen yang berusia 30 tahun ke atas lebih mendominasi pembelian properti secara online.

“Kalau tes yang kita lakukan secara random maka transaksi online dengan produk low-end banyak yang diminati. Beberapa developer juga sudah punya konsep. Banyak dari mereka yang mau transaksi online. Lewat event ini kita juga mau tes seberapa antusias mereka lakukan booking online,” ujarnya.

Harpropnas 2018 yang diselenggarakan oleh 99.co dilaksanakan mulai dari 9-17 September 2018. Pada hari pertama, trafik 99.co melonjak drastis sampai 48 ribu. Menurut Irvan, produk yang banyak dicari adalah mereka yang mempunyai nilai di bawah Rp500 juta.

Layaknya transaksi pada Harbolnas yang terus naik setiap tahunnya, mereka juga berharap acara ini dapat dikenal masyarakat pada tahun keempat sampai kelima. Jika sudah tereduksi, transaksi yang diharapkan bisa menembus 10-20 persen dari total per tahunnya. (C-003/BBS)***