Banjir Sengketa, China Bikin Pengadilan Online Lagi

76

PENGGUNA internet di Tiongkok saat ini sudah menebus angka 800 juta dan akan terus bertambah. Untuk itu pemerintah Negeri Tirai Bambu itu menyiapkan dua pengadilan khusus untuk mengusut kasus seputar dunia maya.

Dikutip melalui situs Cnet, Selasa 11 September 2018, pada Sabtu kemarin, Tiongkok secara resmi membuka pengadilan internet kedua dengan nama ‘Beijing Internet Court’. Pengadilan ini akan mengadili masalah yang berkaitan dengan transaksi bisnis, informasi pribadi serta kekayaan intelektual secara daring.

Sengketa di dunia daring biasanya ialah seputar transaksi belanja daring, kontrak layanan, pinjaman, hak cipta dan domain. Wakil Presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing, Zhang Wen mengatakan, jumlah kasus yang berhubungan dengan internet meningkat pesat di negaranya.

“Dalam delapan bulan pertama 2018, Pengadilan Beijing mendapat laporan sebanyak 37.631 sengketa terkait online. Naik 24,4 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Wen.

Pengadilan internet yang baru tersebut akan dibuka selama 24 jam sehari. Pengadilan daring Beijing itu menyiagakan 38 hakim berpengalaman yang ditugaskan di sana, dengan rata-rata pengalaman selama 10 tahun.

Pengadilan ini terletak di Zhongguancuan Fengtai Science Park. Rincian persidangannya dapat diakses secara daring melalui platform ‘digital litigation’. Platform tersebut akan memberi informasi mengenai proses dari setiap kasus, termasuk putusan hakim.

Pada tahun lalu, pengadilan internet pertama di Tiongkok dibuka di Hangzhou, Tiongkok Timur. Rencananya pengadilan ketiga akan segera dibuka pada bulan ini, tepatnya di Guangzhou, Tiongkok Selatan. (C-003)***