Bunga Bangkai Asal Sumatera Terbesar di Dunia

281

Kibut atau bunga bangkai raksasa , disebut juga suweg raksasa (Amorphophallus titanium) merupakan tumbuhan rumpun talas-talasan (Araceae) endemik asal Sumatera yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Sebuah catatan menyebutkan bahwa serumpun bunga bangkai , A. gigas (juga endemik dari Sumatera) tinggi  bunganya bisa setinggi 5 meter. Disebut  bunga bangkai karena bunganya  mengeluarkan aroma bau bangkai yang membusuk. Bau bangkai, konon untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya. Kibut atau bunga bangkai sering disamakan dengan patma raksasa Rafflesia arnoldii ,mungkin karena kedua jenis tumbuhan ini sama-sama memiliki bunga berukuran raksasa dan mengeluarkan bau  tak enak. Meski sama-sama mengeluarkan bau bangkai, bunga Raflesia adalah parasit yang hidupnya bergantung dari pohon inangnya. Sementara bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sehingga bisa mencari makan sendiri.

Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semu. Tingginya dapat mencapai 6 meter. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini , bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri.

Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74 meter pada tahun 2003. Pada tanggal 20 Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91 meter di Kebun Botani dan Hewan Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman. Namun, Kebun Raya Cibodas, Indonesia mengklaim bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17 meter pada dini hari tanggal 11 Maret 2004.Minimnya informasi dan edukasi membuat flora endemik Pulau Sumatera ini masuk kategori rentan (vulnerable) dalam daftar merah IUCN dan menjadi tumbuhan yang dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.Upaya untuk mengenalkan berbagai macam spesies bunga bangkai pada masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera juga sangat penting. Pengenalan ini diharapkan mampu mendukung pembudidayaan tanaman ini sehingga akan tetap bertahan dari kepunahan.(E-001/BBS)***