Bandung Terus Juara

50

TERPILIHNYA Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jawa Barat 2018 – 2023 terutama karena masyarakat melihat kinerja RK selama menjadi Walikota Bandung. Banyak kejutan yang dilakukannjya yang membuat warga Bandung dan masyarakat Jabar umumnya menaruh harapan besar, Jabar akan lebih maju di bawah arahannya.

Keberhasilan itu tentu karena langkah RK mendapat dukungan penuh staf dan birokrat Pemkot Bandung. Di samping itu,  terjalinnya kemistri yang sangat solid antara Ridwan Kamil dan Oded Danial sebagai Wakil Walikota juga memegang peranan penting. Dalam pemerintahan Kota Bandung, Oded bukan sekadar ban serep. Sebagai pribadi yang sederhana, nyantri, dan bersikap dewasa, menjadi penyeimbang gerakan-gerakan RK yang sangat dinamis.

Sikap itu pulalah yang menjadi senjata dan ”dijual” Oded dalam pemilu walikota.Keberhasilan dan dinamika gerakan-gerakan Ridwan Kamil, menjadi sandarannya pula.Visi dan misinya dengan jelas, meneruskan visi misi pendahulunya, meneruskan Bandung Juara. Ia berpasangan dengan anak muda, Yana Mulyana, ternyata berhasil. Pasangan itu berhasil meraih angka mutlak. Oded-Yana dengan sangat mulus menempati posisi Walikota dan Wakil Walikota Bandung.

Kota Bandung dilihat dari segala segi, merupakan kota yang istimewa. Berbeda dengan kota lain, Bandung menyandang berbagai julukan yang sungguh membanggakan. Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat merupakan posisi yang benar-benar strategis dan menjadi beban sangat berat bagi Oded-Yana. Bandung pun digelari orang sebagai Ibu Kota Asia-Afrika, Parijs van Java, Kota Kreatif, Kota Budaya, Kota Pendidikan, dan 1001 predikat lainnya. Di balik keistimewaan itu, tentu Bandung memuat beban yang sangat berat, terutama bagi walikota baru.

Pasangan Oded-Yana tidak lantas silau dan berbangga hati dengan prestasi masa lalu. Kalau hanya memeilihara keberhasilan walikota lama, tidak harus dikusiri Oded-Yana. Pejabat karier di Pemkot setingkat kadis, kabid, atau kasi saja pemerintahan dapat berjalan. Tidak akan vakum. Justru keberhasilan masa lalu itu menjadi beban sangat berat bagi walikota baru. Ia tidak boleh berpuas diri, tinggal memetik hasil panen. Pasangan Emil-Oded berhasil menanam bibit unggul yang tumbuh subur. Justru walikota baru, harus mencari bibit tanaman baru yang jauh lebih baik dari bibit yang ditanam Emil.

Oded-Yana harus mampu mendorong Kota Bandung dan warganya menjadi kota kreatif dan menghasilkan sesuatu dari kreativitas warganya.. Berangkat dari kota yang sudah maju, jauh lebih sulit dibanding berangkat dari nol. Warga Bandung dan masyarakat Jabar serta dunia internasional akan selalu memasang kamera CCTV pada otak dan pikiran mereka. Pemantauan tidak akan pernah berhenti. Keberhasilan pasangan Oded-Yana yang hanya mampu menyamai prestasi Emil-Oded, menurut kacamata warga, itu berarti tidak berhasil. Langkah Oded-Yana harus jauh melampaui langkah Emil-Oded Terlalu sederhana kalau hanya mengejar Bandung Juara. Justru Walikota baru harus memapu menjadikan Bandung terus juara..

Masih banyak garapan RK yang belum tuntas. Dengan banyak keberhasilan, RK juga  meninggalkan banyak garapan yang belum selesai. Itu menjadi beban Oded-Yana. Sampah, PKL, perumahan kumuh, banjir, lingkungan yang tercemar, penyakit masyarakat, kejahatan, narkoba, urbanisasi, pengangguran, merupakan penyakit kota yang belum tertangani seluruhnya. Semua masalah itu merupakan tongkat estafet yang harus dibawa lari pasangan Oded-Yana ke garis finish. Belum lagi masalah sosial yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatan birokrasi dan hukum semata. Tidak semua warga Kota Bandung mau menerima begitu saja segala gagasan Pemkot. Contoh yang paling dekat, pengaturan PKL, perlawanan masyarakat terhadap pembangunan instalasi pengurai sampah berteknologi, sebagian warga yang tidak siap dengan perubahan tatanan kehidupann yang lebih teratur. Sampai hari ini, warga Tamansari masih bergeming, tidak bersedia rumah mereka diubah menjadi rumah deret.

Walikota Oded dan Wakil Walikota Yana, tidak dapat menunggu semua PR atau masalah take-over itu selesai dulu. Kreativitas harus terus dilakukan sambil tanpa henti, menyelesaikan garapan yang belum tuntas. (Firkon) ***