Teknologi Mobil Mulai Beralih pada Rem Elektrik

57

Rem tangan elektronik telah lama hadir sebagai penyempurnaan dari rem tangan tradisional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pasar otomotif online CarGurus terhadap 32 pabrikan, penggunaan rem tangan tradisional semakin berkurang , bahkan mendekati kepunahan karena para pembuat mobil saat ini sudah fokus pada rem tangan elektronik atau parking brake.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 37% mobil baru yang dijual di Inggris  memiliki fitur handbrake yang dioperasikan secara manual. Sedangkan pabrikan yang masih menggunakan rem tangan tradisional pada setiap model dalam jangkauan mereka hanya tersisa dua, yakni Suzuki dan Dacia.

Sementara pabrikan lainnya, seperti Audi, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mercedes dan Porsche, tidak lagi menawarkan model baru yang dilengkapi rem tangan manual.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena rem tangan elektronik diklaim memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan versi pendahulunya. Salah satu di antaranya adalah kepraktisan, karena pengemudi tidak lagi membutuhkan upaya untuk menarik tuas dan menyesuaikan kekuatannya serta memiliki bentuk fisik yang kecil dan sederhana, sehingga menyisakan tempat lebih untuk fitur lainnya dan tidak menghalangi ruang gerak tangan.

Keunggulan lain yang tak kalah pentingnya adalah rem  elektronik memiliki kemampuan untuk melepas dan mengunci rem secara otomatis di saat yang tepat, seperti melepas rem saat keberangkatan dan mengunci saat berhenti di tanjakan.

Dengan berjalannya waktu, kepunahan rem tangan manual semakin mendekati kenyataan karena jumlah pabrikan yang beralih ke rem parkir elektronik semakin banyak. Dalam beberapa tahun ke depan diprediksi jumlah mobil yang dijual dengan rem tangan tradisional akan jauh menurun dan kemungkinan hanya dapat ditemukan pada sejumlah model tertentu yang lebih ekonomis.

Meski tidak menutup kemungkinan adanya sebagian pengemudi yang masih lebih meyakini fungsi rem tangan tradisional baik dari segi kebiasaan, kehandalan, atau perawatan. Namun bagaimanapun juga kemajuan teknologi tidak dapat dibendung, pabrikan mobil tidak dapat mempertahankan teknologi  hanya untuk segelintir konsumen. Sehingga  konsumen harus  siap untuk beradaptasi dengan teknologi baru. (E-002/BBS)***