Jalur KA Cibatu-Garut akan Diaktifkan Lagi, 1500 Rumah Ditertibkan

62

BISNIS BANDUNG- Jalur jalur lama kereta Cibatu-Garut akan diaktifkan kembali.  PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan  komitmennya bakal meprioritaskan pembukaan  rel  kereta api  Stasiun  Cibatu-Garut tersebut.

“Lebih cepat, target Desember 2019 sudah ditertibkan (rumah sekitar lahan PTKAI),” kata Kepala PT KAI Daop 2 Bandung Saridal saat meninjau Stasiun Garut, di Garut Kota, pekan ini.

PT KAI sudah menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi bangunan stasiun dan rumah penduduk yang dilintasi rel kereta api Cibatu-Garut itu. Hasil pendataan sementara, ada 1.500 rumah penduduk di kawasan lahan PT KAI yang secepatnya akan ditertibkan sesuai prosedur yang berlaku.

“Setelah ditertibkan akan mulai dibangun,  diharapkan 2019  sudah bisa operasi,” ungkap Kepala PT KAI Daop 2 Bandung, Saridal ketika meninjau Satasiun  di Garut Kota, pekan ini

Pembukaan  jalur kereta api Cibatu-Garut akan menjadi pekerjaan prioritas dibandingkan program daerah lainnya seperti Bandung-Ciwidey maupun Rancaekek-Tanjungsari. Menurut dia, jalur Cibatu-Garut lebih mudah untuk membuka kembali akses rel kereta api dibandingkan dengan daerah lain.

Rencana pembukaan jalur itu, kata dia, sudah disampaikan kepada pemerintah daerah, selanjutnya petugas mulai melakukan pendataan dan pemetaan. “Sudah seminggu petugas melakukan ‘mapping’ Cibatu-Garut, kami juga sudah kasih surat ke pemda,” katanya.

Ia mengungkapkan, hasil pemetaan ada tiga stasiun di rute Cibatu-Garut yaitu Stasiun Cibatu, Wanaraja dan Stasiun Garut di kawasan perkotaan. Stasiun yang masih aktif,  hanya Stasiun Cibatu, dua stasiun lainnya di jalur itu sudah bertahun-tahun tidak beroperasi dan butuh perbaikan.

Menurut dia, jalur kereta api di Garut itu sudah seharusnya kembali dibuka, apalagi warga Garut mengharapkan adanya transportasi massal itu. “Warga Garut juga sudah meminta agar jalur ini dibuka, kalau mau ke Bandung aksesnya akan lebih mudah,” katanya.

 

Lintasan ekonomi

Sementara itu,  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan dalam merealisasikan rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat  telah dilakukan  kajian yang  pada dasarnya sudah ditetapkan sebagai lintasan yang ekonomis sehingga investasi dapat segera dilakukan.

Terlebih menurut Budi konektivitas kereta api  selalu berdampak  positif. “Kalau kita melihat Sukabumi itu lebih banyak ke pariwisata, ya, kalaupun ada industri sifatnya adalah mendekati rekreasi bukan heavy industri seperti yang terjadi di pelabuhan-pelabuhan,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  pun sudah membicarakan rencana reaktivasi jalur rel kereta api dengan KAI. Keempat jalur yang akan diaktifkan kembali yaitu Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Cibatu -Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey  dan Rancaekek-Tanjungsari.

Menurut Emil, sapaan akrabnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya. Sebab nantinya akan ada pergerakan orang dan barang, dengan aksesbilitas yang semakin mudah.(B-002)***