Kontribusi Ekonomi Kreatif Pada PDB Capai Rp 852 Triliun

42

BISNIS BANDUNG — Ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) . Berdasarkan Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 yang dilaksanakan oleh Bekraf dan BPS, kontribusi PDB ,ekonomi kreatif pada tahun 2015 mencapai Rp 852,24 triliun, meningkat sebesar 4,38 %n dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp 784,82 triliun. Kontribusi PDB Ekonomi Kreatif terbesar adalah kuliner 41,69%, kemudian fesyen 18,15%, kriya 15,70%. Sementara dari sisi ekspor, kontribusi terbesar dari fesyen (56%), kemudian kriya (37%) dan kuliner (6%).

Menurut Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia,E.Ratna Utarianingrum , kontribusi PDB Ekonomi Kreatif terbesar adalah kuliner 41,69%, diikuti fesyen 18,15%, kriya 15,70%. Sementara dari sisi ekspor, kontribusi terbesar berasal dari fesyen (56%), kemudian kriya (37%) dan kuliner (6%).

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif kriya dan fesyen , pada tahun 2015 Direktorat Jenderal IKM  mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC)  sebagai Pusat Pengembangan Industri Kreatif dan Inovasi Unggulan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat. Beberapa rangkaian program kegiatan yang  dilaksanakan, yaitu Creative Business Incubator (CBI), Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) dan Design Laboratory.

Pada tahun 2018, lanjut Ratna Direktorat Jenderal IKM bekerjasama  dengan Business Venturing and Development Institute (BVDI) Prasetya Mulya akan menyelenggarakan program Inkubator Bisnis Kreatif. Melalui program ini, para pelaku IKM kreatif bidang kriya dan fesyen akan diberi pelatihan dan pendampingan untuk mengembangkan bisnis (scalling-up).

Sebagai kick-off dari program Creative Business Incubator, Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian pada tanggal 17 September 2018menyelenggarakan Creative Talk di Bandung Creative HUB.

E.Ratna Utarianingrum menyebutkan , acara Creative Talk ini dimaksudkan untuk

memberikan pengetahuan tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan motivasi berwirausaha . Program Inkubator Bisnis Kreatif rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober – 1 Desember 2018 di Jakarta.

Dikemukakan Ratna Utarianingrum , Bali Creative Industry Center merupakan unit/wadah kreatif yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal IKM  di Bali. Dirjen IKM berupaya mewadahi para calon wirausaha yang bergerak di industri kreatif , saat ini dikembangkan adalah kriya dan fesyen. Dipilihnya kriya dan fesyen, menurut  Ratna , atas beberapa petimbangan di antaranya  kearifan lokal yang cukup kaya, kontribusi dalam ekspor non migas dan fesyen yang bahan bakunya melimpah, sehingga memiliki nilai tambah tinggi. “Jadi  sudah kita kemas beberapa program yang akan bisa dimanfaatkan para pelaku (kriya dan fesyen) ini,” tutur Ratna disela-sela kegiatan Creative Talk di Bandung Creative HUB , baru-baru ini..

Mengenai program Creative Camp , disebut Ratna , merupakan tempat calon wirausaha muda  dibekali,  bagaimana cara berbisnis dan mengembangkan produk. Program lainnya adalah program Desain Laboratory. Pada program ini, wirausaha baru diberi pelatihan membuat produk sampai dengan prototyping, dan bagaimana berkolaborasikan dengan sentra yang berada dibawah binaan Dirjen IKM.

“Dari sini akan terjadi kolaborasi antara sentra dengan para kreator ,  bisa menghasilkan produksi yang baik dan berkualitas, diproduksi secara massal yang berdampak bagus pada perekonomian,” tutur Ratna.

Dikemukakan Ratna Utarianingrum  tantangan calon wirausaha baru di Indonesia saat ini , antara lain potensi demografi. Usaha bukanlah hal sederhana,  perlu pemahaman teknis  yang akan dikerjakan  Tantangan lainnya , akses pembiayaan,  akses fasilitasi prasarana permesinan dan permodalan.  (E-018)***