Pemprov Jabar akan Genjot Pembangunan Infratruktur

39

BISNIS BANDUNG- Kebutuhan mendasar yang bakal dikejar Pemrov Jawa Barat selama lima tahun ke depan adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itulah diperlukan aksesbilitas yang menunjang pergerakan orang serta barang.

Gayung pun bersambut, Gubernur Jawa Barat melakukan pertemuan dengan pejabat Asian Development Bank (ADB) Indonesia tentang penjajakan pembiayaan, yang diharapkan pertemuan tersebut pemprov akan menggenjot pembangunan infrastruktur.

“Jadi ADB sangat bersemangat, datang Kepala Perwakilan Indoensia-nya. Kedatangannya ingin mendengarkan kebutuhan infrastruktur Jawa Barat,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil tatkala menerima langsung kunjungan Country Director ADB Indonesia, Winfried Wicklein di Gedung Sate, pekan ini.

Emil, begitu Gubernur biasa dipanggil menerangkan, bahwa kebutuhan mendasar yang ingin dikejar pihaknya selama lima tahun kedepan, intinya yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sementara untuk memenuhi tujuan tersebut, diperlukan aksesibilitas yang mampu menunjang pergerakan orang maupun barang.

Ia menyatakan  rasio infrastruktur harus terus digenjot. Adapun sejumlah infrastruktur di Jawa Barat, yang akan pihaknya kejar selama lima tahun kedapan antara lain jalan tol, transportasi berbasis kereta api, bandara dan pelabuhan.

Tidak hanya itu, diproyeksikan juga untuk membangun sekolah, rumah sakit, dsb.
“Jalan tol jadi prioritas, transportasi berbasis kereta api jadi prioritas, kemudian penambahan bandara dan pelabuhan jadi prioritas,” kata Gubernur Emil.

Emil menuturkan ada tiga opsi yang bisa dilakukan demi memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek infrastruktur tersebut. Yakni  pertama pinjaman langsung. Kedua, pinjaman lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tiga, lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari pola-pola tersebut, Pemprov Jabar, ADB, serta pemangku kepentingan terkait, ke depan akan bertukar pikiran untuk mencari pola kerjsama yang tepat.

Melenceng

Sementara itu, Wakil Ketua  Komisi  IV DPRD  Jabar, Dady Rohanady  mengungkapkan Pembangunan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) 2021, melenceng dari target awal rampung pada 2019, baru akan selesai 2020 atau 2021.

“Melihat progres pekerjaan yang ada, kami yakin Tol Cisumdawu baru bisa rampung 100 persen pada akhir 2020 atau 2021,” ujarnya seraya  menambahkan  masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan untuk mewujudkan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan tersebut.

Pada awalnya jalan Tol Cisumdawu direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2017, bersamaan waktunya dengan selesainya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

Tol Cisumdawu diharapkan dapat menjadi akses masyarakat Jabar bagian selatan ke bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut. Namun, target penyelesaian pembangunanya terus merosot.

Pembangunan Tol Cisumdawu dibagi menjadi dua fase. Fase pertama terdiri dari seksi 1 dan 2, yakni ruas Cileunyi-Sumedang.  Fase kedua terdiri dari seksi 3-6, yakni ruas Sumedang-Dawuan. Pengerjaan fisik Fase 1 seluruhnya dikerjakan Pemerintah Pusat. Sedangkan,  Fase 2 pengerjaan fisiknya dikerjakan konsorsium.(B-002)***