Siswa, Guru, Dan Orang Tua Deklarasikan Antikekerasan

41

Ratusan pelajar, guru, beserta orang tua siswa di salah satu sma negeri di kota cimahi, mendeklarasikan antikekerasan dalam dunia olahraga, terutama suporter sepakbola. deklarasi digelar, guna mencegah kekerasan seperti yang terjadi antar suporter bola, yang menewaskan seorang suporter persija beberapa waktu lalu.

Meninggalnya salah satu suporter sepakbola pada laga persib kontra persija, di area stadion gelora bandung lautan api, gedebage, kota bandung, beberapa hari lalu, tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga maupun kerabat korban. hal itu pun menjadi kehawatiran tersendiri bagi orang tua, sebab salah satu pelaku pengeroyokan merupakan remaja yang masih di bawah umur.

Menghindari halĀ  tersebut, ratusan orang tua, guru, dan siswa sman 3 kota cimahi, mendeklarasikan melawan kekerasan dalam dunia olahraga, dan tawuran antar pelajar, rabu siang. dalam deklarasi ini, para siswa membentangkan berbagai poster bertuliskan melawan kekerasan dalam dunia olahraga, sepakbola tanpa kekerasan, orang tua, guru, dan siswa melawan kekerasan, serta berbagai tulisan lainnya.

Kepala sma negeri 3 cimahi, nely krisdayana berharap, derklarasi ini mampu mencegah kekerasan dalam dunia olahraga, terlebih tak sedikit siswa di sekolahnya yang menjadi suporter bola.

Sementara itu, orang tua siswa, ajeng indriasari menyatakan, kaget melihat berita meninggalknya salah satu suporter bola asal jakarta. ia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada anaknya, sehingga deklarasi ini sangat penting untuk dilakukan.

Usai deklarasi, pihak sekolah dan oranvg tua membahas cara mencegah anak dari kejahatan, tawuran, danĀ  berbagai kekerasaan lainnya, seperti menyelipkan materi moral dalam setiap mata pelajaran di sekolah, sehingga membentuk karakter anak.

Algi muhammad gifari, bandung tv.