Kiki Gumelar, S.ST.,M.MPar. ,Berkat Sokongan Ibu, Dodol Coklat Jadi Mata Pencaharian

33

Kiki Gumelar,S.ST.,M.MPar , lahir di  Garut l 17 November 1980 , anak  pasangan  H.Tatang Kurnia (65 Tahun) dan  Hj.Nina Herlina (63 Tahun) ini, merupakan pemilik  PT. Tama Chocolate Indonesia. Tahun ini merupakan tahun ke 9 perusahannya berdiri. Saat menempuh pendidikan di Yogjakarta, ibunya menjenguknya dengan membawa dodol. ”Saya mencelupkan dodol ke cokelat dan didiamkan beberapa saat , ketika disantap ternyata punya rasa yang unik , yakni legitnya dodol dan manisnya cokelat,” tutur Kiki. Hingga kemudian dirinya memiliki keyakinan dengan produk ini bisa dikembangkan di kota kelahirannya. Dengan semangat, optimis dan tekad  kuat, Kiki mengembangkan produk cokelat isi dodol Garut. Ditutur Kiki  dengan modal pinjaman dari ibu, dirinya mengontrak ruko kecil serta modal untuk membeli bahan baku. Dengan dukungan dari keluarga, ibu bertugas di produksi dibantu satu karyawan, adik saya yang perempuan bertugas jaga di toko, dan saya bertugas di pemasaran. Awalnya tidak mudah menawarkan chocodot ke toko oleh-oleh, ada juga beberapa yang menolak tetapi setelah diberikan sampling, akhirnya mereka menerima dan Allhamdullilah animo dari customer  cukup baik.  Produknya yang sudah memiliki sertifikat halal dari MUI dan sertifikat HACCP (Hazard Analisys Critical Control Point). Produknya dijual seharga Rp 10.000. Menekuni usaha ini , Kiki mendapat berbagai pengalaman dan penghargaan  , antara lain  Tutto Food 2011 di Milan, Italy Menjawab pertanyaan hingga kapan akan menggeluti usaha kuliner coklat dodol, Kiki mengaku tidak memiliki target waktu.”Untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kualitas profesi, saat ini saya sedang menempuh pendidikan S3 Pasca Sarjana, Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan,” tutur Kiki.

Kiki , melihat persaingan dunia usaha dunia kuliner , baginya menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan  produkt-produk yang kreatif , tanpa mengesampingkan kearifan lokal dengan meningkatkan dan mempertahankan kualitas. Menurutnya, faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang industri kuliner terletak pada kreatifitias dan kualitas. Dengan kreatifitas dan kualitas, produk akan diingat konsumen.

“Besar harapan saya akan kelahiran pengusaha pengusaha muda yang kreatif yang tidak terlepas dari dukungan pemerintah, terutama dalam hal promosi, pembinaan dan permodalan,” pungkas Kiki.  (E-018)***