Melihat Kegiatan Perajin Gula Merah Di Pamulihan Kabupaten Garut

83

Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sunda  sejak puluhan tahun  adalah membuat  gula merah secara tradisional. Terdapat dua jenis bahan baku gula merah, yaitu air nira yang berasal dari sari bunga pohon aren dan air sari bunga kelapa.Kedua jenis bahan baku ini menghasilkan gula dengan kualitas baik. Kepopuleran gula merah berbahan air nira , sejauh ini seakan tidak tergantikan . Beberapa waktu lalu Mandalawangi sempat mengunjungi kawasan Pamulihan Kabupaten Garut yang warganya  dikenal  sebagai perajin gula aren  yang dikonsumsi  masyarakat Jawa Barat.

Pada pagi hari atau sore di Desa Pamulihan kita bisa melihat  pemanjat pohon aren setinggi 20 meter untuk mengambil air nira . Dari setiap pohon aren dapat menghasilkan kurang lebih 3 liter air nira yang siap diolah menjadi gula merah. Melalui sebuah proses, air nira yang keluar dari tangkai bunga kelapa ditampung pada wadah terbuat bambu yang dinamakan lahang (lodong-red). Pengambilan air nira dilakukan sehari dua kali ,  pagi hari dan sore . Air nira  kemudian diolah di sebuah gubuk sederhana sampai menjadi gula  (merah). Proses pengolahan air nira menjadi gula merah dimulai dari memasukan  air nira kedalam wajan untuk dimasak kurang lebih enam jam, sampai berubah warna  dan mengental. Selama enam jam  air nira dalam wajan harus mendapatkan bara api yang konstan,tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlalu kecil.Setelah mengental dan matang, kemudian dimasukan kedalam wadah terbuat dari bambu, untuk dibentuk sesuai selera,tidak berapa lama gula merah ini sudah siap di konsumsi. Saat ini pemasaran gula merah, cukup menjanjikan, dalam sehari rata rata para pembuat gula merah bisa menghasilkan sepuluh kilogram gula merah siap jual.Pemasarannya tidak hanya di wilayah Kabupaten Garut ,namun telah merambah ke berbagai daerah  di Jawa Barat.

Dalam proses pembuatan gula ada beberapa alat yang lazim digunakan oleh para perajin,  antara lain  :

Ancret,alat ini digunakan untuk mengangkat gula aren yang telah dicetak dalam ganduan .

Ganduan merupakan  alat cetak gula aren yang sudah mengental dalam tungku.

Bonjor, gula aren yang sudah dicetak sepasang.Guguis, alat untuk mengaduk gula aren dalam tungku.

Paningur, alat untuk memukul pohon aren agar air aren keluar dari tangkai bunga pohon aren.

Susuduk, alat untuk membersihkan kerak pada pinggir tungku.

Lodong,  bambu untuk menampung air nira dari pohon aren. (E-001) ***