Produk Asal China Dijual Murah, Pelaku UMKM Modalnya Disokong

41

BISNIS BANDUNG- Pakar Bisnis Manajemen Universitas Widyatama (Utama), DR.R.Adjeng Mariana Febrianti, S.E., M.M mengungkapkan, sejak diberlakukannya perdagangan bebas(MEA), Indonesia dijadikan sasaran pasar yang menampung produk-produk luar negeri .

”Sementara negara lain di ASEAN,  sudah bicara kualitas. Kita masih berdebat seputar aturan,”ujar Adjeng. Sembilan negara ASEAN telah mempersiapkan UMKM-nya agar bisa bersaing dan unggul saat MEA diberlakukan. Menurut Adjeng , Thailand, Singapura dan Malaysia dinilai memiliki UMKM yang  kuat. Negara-negara yang menjadi target pasarnya adalah Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam,  termasuk Indonesia.

Adjeng Mariana Febrianti mengutarakan, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan UMKM.

Adjeng Mariana yang juga  Wakil Dekan Fakultas Bisnis Manajemen Universitas Widyatama (Utama)  mengatakan, kenapa produk China sangat murah, karena pemerintah memberikan apa yang dibutuhkan, mulai dari bahan baku, alat (mesin) dan sarana prasarananya. “Perusahaan di China hanya membeli acesories yang dibutuhkan dan membayar upah pekerja saja, sehingga harganya sangat murah,” ungkap Adjeng .

Pembinaan yang ideal , Adjeng menyebut Klinik UMKM di Jawa Timur menerapkan10 pilar utama dalam memberi  berbagai masalah usaha dan konsultasi bisnis.

Dikemukakan  dosen Pascasarjana Universitas Widyatama ini , saat ini Universitas Widyatama kerjasama dengan Pemkab Bandung Barat melakukan pembinaan pada perajin wajit di Cililin. Selain melatih 1.500 mantan TKW yang tidak ingin kembali bekerja di Timur Tengah yang berkeinginan menjadi wirausaha mandiri. Termasuk petani bunga di daerah Parongpong Lembang.  (E-018)***