Blue Origin Bersiap Bangun Roket Raksasa

48

PENDIRI sekaligus CEO Blue Origin Jeff Bezos mengumumkan kesepakatan misi eksplorasi antariksa dengan produsen roket, United Launch Alliance (ULA) pada Kamis (27/9).

Blue Origin disebut menggandeng ULA untuk menyediakan mesin pendorong untuk roket generasi terbaru mereka, Centaur Vulcan. Misi ini dijadwalkan mengangkasa pada tahun 2020.

ULA merupakan perusahaan patungan antara Lockheed Martin dan Boeing. Perusahaan itu dibentuk pada Desember 2006 yang fokus menyediakan jasa peluncuran pesawat luar angkasa kepada pemerintah AS.

“Vulcan Centaur akan merevolusi wahana antariksa dengan harga terjangkau dan akses andal untuk misi luar angkasa untuk mitra kami saat ini dan nanti,” ungkap CEO ULA, Tory Bruno dalam keterangan resmi seperti dihimpun AFP.

Bruno mengaku senang bisa turut andil dalam proyek yang melibatkan Blue Origin. Menyoal perkembangan kesiapan roket, bruno mengatakan saat ini desain roket terbaru nyaris rampung.

Ia mengatakan roket tersebut nantinya didesain untuk bisa membawa kargo dari orbit di sekitar Bumi.

Sejauh ini ULA merupakan perusahaan penyedia layanan peluncuran perdana misi keamanan nasional bagi pemerintah AS. Bob Smith, chief executive ULA mengaku tertantang dengan kerja sama yang disepakati dengan Blue Origin.

Perusahaan milik Jeff Bezos diketahui tengah menyusun rencana untuk mengembangkan pesawat antariksa yang bisa dipakai untuk mengirim muatan ke bulan. Besar kemungkinan muatan yang dimaksud juga untuk mendukung rencana membangun koloni di sana. (C-003/evn)***