Reward and Punishment Bagi Pengusaha Kontruksi

46

BISNIS BANDUNG –  Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Sumedang, , Rully Krisna Peryoga , menginginkan ada sistem reward and punishment (penghargaan dan hukuman) bagi pengusaha jasa kontruksi.

Rully Krisna Peryoga menyampaikan hal itu dalam acara silaturahmi dengan Bupati Kab.Sumedang. Aspirasi yang disampaikan kepada Bupati menurut  Rully, guna  meningkatkan kinerja  pengusaha jasa konstruksi ke arah yang lebih baik, sebab itu pihaknya ingin ada sistem reward and punishment.

“Jadi nanti kalau ada pengusaha jasa konstruksi yang sudah memberikan kontribusi baik, kami akan memberikan penghargaan. Sebaliknya kalau ada pengusaha  nakal akan kami berikan sanksi,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung Negara Sumedang, Selasa (02/10/2018).

Upaya tersebut , lanjut Rully merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi para pengusaha jasa konstruksi agar bisa berlomba – lomba dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. ”Sehingga  bisa dinilai mana yang baik dalam prosedur dan aturan pengerjaan dan  yang kurang baik .Kami akan pantau dan evaluasi,” ujar Rully menegaskan.

”Sebab itu kami ingin menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah,agar ke depannya para pengusaha jasa konstruksi bisa terus berkontribusi dengan baik sesuai dengan tupoksinya.”

Ditambahkan, pihaknya berharap kepada Bupati agar bisa memberikan satu sistem jasa konstruksi  guna  meningkatkan kinerja para pengusaha jasa konstruksi .

“Kedatangan kami ke sini selain bersilaturahmi, juga menyampaikan undangan kepada Bupati bahwa hari Kamis besok (4/10/2018)  Gapensi akan melaksanakan Muscab,” ungkap Rully.  (E010) ***