Industri Kreatif Ditargetkan Sumbang Rp1.000 T ke Ekonomi RI

45

PEMERINTAH melalui Kementerian Perindustrian menargetkan 2018 ini sektor industri kreatif bisa menyumbang Rp1.000 triliun untuk produk domestik bruto (PDB) dalam negeri. Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih optimistis sumbangsih tersebut bisa dicapai.

Apalagi, bila melihat sumbangan yang diberikan sektor industri tersebut selama tiga tahun terakhir. Catatannya, pada 2015, sektor industri kreatif berhasil memberikan sumbangan Rp852 triliun pada PDB.

Pada 2016, sumbangan tersebut naik menjadi Rp923 triliun dan 2017 naik lagi menjadi Rp990 triliun. “Ke depan dengan bergulirnya revolusi industri 4.0, sektor ekonomi kreatif berpeluang besar menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi kita. Apalagi, potensi¬† kita didukung sumber daya manusia yang kreatif,” katanya seperti dikutip BB dari website Kementerian Perindustrian, Senin (1/10).

Gati mengatakan saat ini terdapat 16 subsektor usaha yang masuk ke dalam kelompok industri kreatif; kriya, kuliner, fesyen, aplikasi dan pengembangan permainan, musik, arsitektur, desain produk, desain komunikasi visual, desain interior, penerbitan, periklanan, fotografi, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio,  film, animasi dan video.

Dari subsektor tersebut, Kementerian Perindustrian kata Gati mengindentifikasi tiga yang memiliki sumbangsih besar ke ekonomi kreatif. Pertama, industri kuliner yang memberikan sumbangsih sebesar 41,69 persen.

Kedua, industri fesyen yang memiliki sumbangsih 18,15 persen. Ketiga, industri kriya 15,70 persen. Agar sumbangsih industri kreatif ke pertumbuhan nasional bisa semakin meningkat, Kementerian Perindustrian  terus membina pelaku usaha di sektor industri tersebut.

“Guna mendukung industri kreatif, kami telah mendirikan Pusat Industri Kreatif Bali sejak 2015 lalu, tujuannya untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan daya saing mereka,” katanya. (C-003/agt)***