Industri Kreatif Inggris Tetap Kuat Pasca Brexit

28

INDUSTRI kreatif menjadi sektor yang sangat menjanjikan di Inggris Raya. Pemerintah setempat baru mengungkap bahwa musisi, sineas, dan pelaku industri kreatif lain menyumbangkan 84 miliar poundsterling atau hampir Rp1.500 triliun.

Mengutip Independent, industri kreatif di Inggris Raya masih terus berkembang dari tahun ke tahun.

Bahkan menurut data yang diungkap Kementerian Budaya, Media dan Olahraga Inggris Raya, pekerjaan di sektor industri kreatif meningkat hampir 20 persen sejak 2011. Kini pekerjaan di bidang kreatif di Inggris menjadi 1,9 juta.

Namun data yang baru dikeluarkan itu dianggap sebagian pihak sebagai sekadar respons atas Brexit. Pemerintah Inggris berusaha meyakinkan masyarakat, terutama kalangan kreatif, bahwa hengkangnya mereka dari Uni Eropa tidak akan mengurangi kekuatan perekonomian setempat.

Sebelumnya beberapa kepala perusahaan produksi film di Inggris menyatakan kekhawatiran mereka atas keputusan Inggris keluar dari UE. Mereka mengkhawatirkan kondisi perekonomiannya.

Tapi Menteri Budaya, Media dan Olahraga John Whittingdale mengatakan, “Industri kreatif adalah salah satu cerita sukses Inggris.”

Menurutnya, kesuksesan itu dibangun dari talenta-talenta luar biasa yang dimiliki Inggris. Mereka juga didukung warisan budaya yang kuat, bahasa yang hebat, serta sistem pajak maupun fasilitas pemerintah yang cukup bagus.

“Tidak satu pun dari itu yang akan berubah seiring keputusan Inggris meninggalkan UE,” Whittingdale menegaskan. “Saya yakin industri kreatif kita akan berlanjut dengan kesempatan-kesempatan baru yang terbuka dalam bisnis lintas dunia,” lanjutnya.

Selama ini kontribusi industri kreatif untuk perekonomian Inggris sering dianggap remeh. Tapi pemerintah meyakinkan, talenta-talenta dalam industri itu termasuk pekerjaan menjanjikan. (C-003/vga)***