Ekspor Ekonomi Kreatif Bisa Tembus Us$ 25 Miliar Tahun Ini

34

THE World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan digelar di Bali, Nusa Dua Convention Center, pada tanggal 6 – 8 November 2018 mendatang bakal menjadi ajang pengenalan ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia.

“WCCE akan menjadi even untuk tiap-tiap negara mengenalkan sekaligus memasarkan produk ekonomi kreatif mereka. Bekraf akan fokus untuk soft selling 6 subsektor ekonomi kreatif yang terdiri dari 3 subsektor tertinggi dan 3 subsektor terendah dalam hal kontribusinya terhadap PDB Indonesia,” kata Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Selasa (25/9).

Ada tiga subsektor dengan kontribusi tertinggi pada PDB yakni fesyen, kuliner dan kriya. Sedangkan tiga subsektor dengan kontribusi terendah pada PDB yakni musik, film dan gim dan aplikasi.

“Akhir tahun 2016, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai US$ 20 miliar dan tahun ini saya yakin nilai ekspor ekonomi kreatif lebih dari US$ 25 miliar dengan pertumbuhan 5% setiap tahunnya. Bekraf juga saat ini sedang merancang UU Ekonomi Kreatif yang kami harapkan awal tahun 2019 nanti dapat disahkan,” tambahnya.

Ia bilang sejauh ini masih dalam tahap pembahasan, sebab dalam setiap subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus Bekraf mengacu pada Kementerian Perdagangan.

“Masih dalam tahap pembahasan karena leading sector-nya mengacu kepada Kementerian Perdagangan,” pungkasnya. (C-003/Bbs)***