Gelar Konferensi Ekonomi Kreatif Tingkat Global

41

BADAN Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali tanggal 6 – 8 November 2018.

Dengan mengusung tema utama “Inclusively Creative”, WCCE akan fokus membahas lima isu utama. Seperti yang dipaparkan  Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf usai konferensi pers The World Conference on Creative Economy (WCCE) di kawasan Kemang, Selasa (25/9).

“WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia yang bertujuan untuk membuka jejaring di antara pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Ia berharap melalui diskusi yang fokus membahas lima isu utama diantaranya yakni mengenai kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan ekonomi kreatif nantinya dapat menghasilkan berbagai masukan yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif.

Sejumlah tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk tampil di WCCE, antara lain: Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku “Orange Economy” Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden Lego Peter Trilingsgraad (Denmark) CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

“Setelah tiga tahun Bekraf berdiri, kami ingin membuat milestone. Melalui WCCE pelaku ekonomi kreatif dari seluruh dunia dapat membahas semua masalah ekonomi kreatif di dunia. Tujuannya agar demi terciptanya sustainability di sektor ekonomi kreatif,” tuturnya.

Triawan bilang, di tengah maraknya peran dagang, Bekraf ingin menunjukkan kompetensi ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif serta berkontribusi besar dalam menyumbang PDB Indonesia.

“Tahun 2016 sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 922 triliun, di tahun 2017 menyumbang Rp 1.000 triliun. Di tahun 2018 saya yakin lebih dari Rp 1.000 triliun,” terangnya.

“Harapannya, WCCE dapat membuka dampak bagi negara lain yang belum fokus pada potensi ekonomi kreatif. Karena masih banyak negara lain yang belum memiliki badan atau lembaga ekonomi kreatif tersendiri. Oleh krena itu kami akan hadirkan pelaku ekonomi kreatif dari Asia Pasifik, Eropa, Amerika, hingga Afrika,” jelasnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Mochamad Fachir juga menambahkan jika Kementerian Luar Negeri memberikan dukungan di acara WCCE 2018 dan akan membantu menyebarkan undangan ke para undangan. .

“Kemlu akan membantu untuk menyebarkan undangan resmi kepada pejabat dan menteri terkait. Karena kami percaya sebagai inisiator sekaligus kreator, WCCE dapat meningkatkan kapasitas sekaligus berkontribusi untuk ekonomi kreatif,” terangnya. (C-003/BBS)***