Kaum Difable Jadi Tukang Servis Jam Keliling

31

Meski cacat permanen pada kakinya akibat ditabrak sepeda motor, di kabupaten Cianjur, seorang difabel menjalankan usaha sebagai tukang servis jam keliling, dengan menggunakan kendaraan yang dimodifikasi. Selain untuk usaha, kendaraan tersebut juga sebagai tempat tinggalnya.

Inilah Udin, seorang difabel warga kecamatan Sindang Barang. Demi kelangsungan hidupnya, setiap hari dengan ditemani kendaraan hasil modifikasinya, Udin berkeliling kampung mencari warga yang ingin menservis jam atau lampu.

Meski bersusah payah berjalan dengan sepotong kayu, udin menghampiri satu persatu warga. Terkadang, usahanya menawarkan jasa servis tak digubris warga. Hanya beberapa pelanggan tetap, yang setia menanti dirinya.

Dari usaha yang dia jalani, dalam sehari terkadang Udin hanya mendapat dua puluh ribu rupiah. Tapi, dirinya tetap bersyukur, masih diberikan kesempatan untuk hidup dan ikhtiar, meskipun sebatang kara. Istrinya meminta cerai sejak dirinya kecelakaan.

Udin mengalami kecelakaan lima tahun lalu. Ia ditabrak sepeda motor saat sedang menyebrang jalan, hingga kaki kanannya patah.

Sebelum memodifikasi kendaraannya, Udin berusaha berkeliling kampung sambil mengayuh dengan menggunakan kayu yang dipasangi roda kecil.

Selain hidup sebatang kara, udin juga tidak mempunyai tempat tinggal. Dirinya terpaksa tidur di dalam kendaraan yang dimodifikasi menjadi bemo, atau terkadang di masjid. Meski cacat permanen, Udin pantang meminta-minta. Ia bertekad kuat, tidakĀ  pernah ada kata meyerah dalam berikhtiar, dan mensyukuri yang diberikan Tuhan.

heri setiawan, bandung tv.