Pemkab Sumedang Beri Kemudahan Modal dan Lahan Bagi Para Petani Kopi

52

BISNIS BANDUNG – Kepala Dinas UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Sumedang, Dadang Sukma mengutarakan, pihaknya menjamin  petani dan pelaku usaha kopi untuk bisa sejahtera. Sebab kopi yang dihasilkan oleh petani dan pengolah di Kabupaten Sumedang, disebutkan Dadang,  memenuhi syarat sebagai kopi kualitas ekspor.


” Tetapi, kualitas yang demikian bagus itu tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan para pelaku usaha ,apalagi petaninya. Kami berusaha berjuang bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petaninya. Saat ini petani kopinya belum tersentuh,  baru sebatas pelaku usahanya saja,” kata Dadang Sukma, Jumat malam lalu kepada wartawan pada acara Festival Kopi Sumedang, di Saung Budaya Sumedang, Jatinangor.

Dikemukakan Dadang, pemerintah Sumedang akan memfasilitasi dari sisi permodalan kepada pelaku kopi  Sumedang. Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah bank seperti BRI, Mandiri dan BNI dalam hal Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Semua biaya perizinan bagi para pelaku kopi Sumedang digratiskan,”ungkapnya seraya menjelaskan kemudahan yang diberikan agar petani secara konsisten tetap menanam kopi dan bila para petani tidak dibantu oleh pemerintah, bagaimana bisa mempertahankan kopi yang berkualitas dan bisa memperluas area tanaman kopi .

“Kami akan bicarakan dengan pihak Dinas Pertanian yang  berkaitan dengan permasalahan para petani” ujarnya.

Pihaknya  mengupayakan bagi petani yang mau menanam kopi , tapi tidak memiliki lahan akan meminta  Perhutani untuk mengizinkan lahan kosong yang dikelolanya ditanami kopi oleh para petani di Sumedang. Sementara pada penutupan Festival Kopi Sumedang , (Minggu (7/10) Bupati Sumedang, Dony Ahnad Munir mengungkapkan, akan membahas secara khusus bagaimana strategi untuk mengembangkan kopi Sumedang bersama Dinas UKM Perindustrian dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang.

”  Kita akan kembangkan mulai dari akses lahan, sehingga produksinya . Kemudian  akses permodalannya dan  pasarnya. Saya yakin semua sudah bisa bergerak, Mereka ( petani Kopi Sumedang) pada kreatif, kita tinggal memoles dan memfasilitasinya, ” tutur Dony Ahmad Munir kepada wartawan.

Dony menyebut, secara gepgrafi wilayah  Kabupaten Sumedang ketinggiannya sangat bagus untuk tanama kopi bagus. Sumedang memiliki lahan yang masih terbuka, masih luas,  banyak lahan Perhutani yang bisa dikerjasamakan dengan para petani kopi.

” Jadi tentunya harus ada yang membina dan mengarahkan, serta memberikan kesempatan kepada mereka. Kendati demikian, lanjut Dony, terkhusus Pemkab Sumedang akan hadir menjadi bagian solusi dari berbagai permasalahan para petani kopi di Sumedang, agar segala yang menjadi permasalahan  pelaku usaha kopi Sumedang bisa terselesaikan, baik dari sisi lahan, modal, dan pasarnya,” ujar Dony.

Sekarang , lanjut Dony, modal dari pemerintah telah disiapkan dengan berbagai skema, seperti Kredit Usaha Rakyat ( KUR) yang bunganya  7 % /tahun. Untuk kredit mikro Rp 25 jt, dan retailnya sampai Rp 500 jt  . Jadi fasilitasnya kredit ada KUR, dari  Bank Jabar ada Kredit Cinta Rakyat ( KCR), di Bank Sumedang ada Kesuma ( Kredit Senyum Manis). ”Khusus untuk masalah kopi Sumedang ini , kita akan bahas secara khusus dengan dinas dinas terkait,” tambah Dony.

Hal yang sama dikatakan anggota komisi A DPRD Sumedang Dudi Supardi. Pihaknya telah menerima beberapa usulan dari para pelaku usaha kopi Sumedang , terkait hal itu lembaganya akan mendorong dari segi regulasi. ” Tadi ada beberapa hal yang terungkap, mulai dari sisi kesehatan , label halal , dan perinjinan serta lainnya ,” ungkap Dudi.

Oleh karenanya, menurut Dudi, ini harus dibantu oleh Pemda Sumedang melalui kebijakan yang dipermudah, kalau bisa di gratiskan, karena untuk memungkinkan produk  Sumedang bisa masuk di pangsa pasar internasional, karena ini harus dilengkapi berbagai persyaratannya.

” Pak Bupati akan segera melakukan  pembahasan khusus dan berdialog langsung dengan para pelaku usaha kopi Sumedang serta dinas terkait. Sehingga apa yang perlu difasilitasi oleh Pemda Sumedang bisa terealisasi, ” ujar Dudi. (E – 010) ***