Tim Penataan BUMD Jabar Mesti Bebas dari Kepentingan

48

BISNIS BANDUNG- Pemprov Jawa-Barat menyiapkan  strategi dan langkah penyehatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini menjadi kewenangannya.  Semua hal itu   dilakukan  guna  meningkatkan kapasitas dan profesionalisme BUMD milik Pemprov Jabar.

“Upaya ini bertujuan agar BUMD perbankan dan nonperbankan bisa menggenjot performa. Tujuannya bisa meningkatkan PAD melalui inovasi dan kolaborasi berbagai stakeholder,” ungkap  Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, pekan ini di Bandung.

Langkah-langkah stategis yang secepatnya akan dilakukan, katanya adalah dengan melakukan evaluasi. Dalam proses ini bisa dibentuk Tim Penataan BUMD yang diisi oleh kalangan profesional dan nonpartisan.

 “Mereka yang masuk tim ini harus bebas dari kepentingan baik kelompok maupun perorangan,” kata Uu.

Tim ini nantinya akan bertugas untuk melakukan pengumpulan data, juga mengevaluasi hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa tahun terakhir.

Uu memastikan kinerja tim hanya dibatasi dengan memberikan rekomendasi pada pihaknya dalam pengemasan informasi dan aspek hukum hasil telaahan tim.

Penyegaran

Sementara itu,  Anggota Komisi III DPRD Jabar,   Eryani Sulam mendukung penyegaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB.

“Menurut saya, layak dilakukan penyegaran,” katanya menjawab pers pekan ini.

Dia menilai, penyegaran jajaran direksi Bank BJB jika dilakukan tidak berlebihanjb karena selain untuk meningkatkan kinerja, juga untuk mengakomodasi peran putra-putri daerah daerah terbaik.

Menurut dia, tujuan pendirian Bank BJB, di antaranyta, bisa menjadi kebanggaan warga Jabar.

“Kalau melihat sejarah, awal dari berdirinya bank ini ingin membuat sebuah bank yang menjadi kebanggan orang Jawa Barat,” katanya.

Ia mengatakan kebanggaan ini tidak hanya sebatas kontribusi perekonomian yang diberikan namun mencakup juga pendayagunaan putra daerah di dalamnya.

“Jadi dari sisi sumber daya manusianya juga, sehingga itu tadi saya kira tidak berlebihan jika jajaran direksi banyak diisi putra Jawa Barat. Kenapa tidak orang Jawa Barat di direksi. Yang jelas ini `kan Bank Jabar,” katanya.

Pihaknya juga menginginkan jenjang karier di bank tersebut berjalan dengan baik dan tidak menutup kemungkinan pola rekruitmen direksi berasal dari internal bank tersebut.

“Saat kariernya  berpotensi, mungkin saja Direksi itu juga dibuka dari internal. Sepanjang sesuai dengan OJK serta  aturan tidak dilanggar,” ujarnya.(B-002)***