Evan Agustianto, SE. ,Persaingan Memicu Terjadinya Perebutan Pasar

56

Evan Agustianto, SE., lahir di Sungai Liat, Bangka Belitung, 21 Agustus 1971.   Suami dari Widi Suciantineu, SKom.,MM. (39) ini,  selain menjabat sebagai Direktur PT. Muawanah Al Ma’soem serta Ketua Musa’adatul Ummah Al Ma’soem,   ia juga  menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (ASPADIN) Jawa Barat,  DKI Jakarta dan Banten. 

Awal kiprahnya pada sektor usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dimulai pada tahun 1995,  ketika ia bergabung di Ma’some Group.   Sebelumnya,  Evan lebih banyak banyak berkiprah di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Medical Center,  alat-alat berat,  cut dan fill.

Profesi sebagai pengusaha AMDK dilakukan oleh Evan Agustianto sejak tahun 2004 sampai sekarang,  dan diakuinya mempunyai banyak tantangan,  selain juga mendapat manfaat yang dirasakan selama menggeluti profesi sebagai pengusaha AMDK / Ketua Aspadin.   Selain relasi yang bertambah,  Evan juga sering bertemu dengan orang-orang yang bergerak di sektor yang ia tekuni,  sehingga Evan bisa mengetahui positioning perusahaannya,  maupun peluang serta tantangan apa yang dihadapi dalam situasi terkini.

Evan Agustianto mengungkapkan pula bahwa,  orang yang paling berjasa dalam kehidupan serta kariernya adalah kedua orang tuanya,  serta keluarga tokoh pendiri Ma’soem Group,  yakni Alm. Bapak H. Nanang Iskandar Ma’soem dan H. Entang Rosadi Ma’soem.

Penggemar warna putih dan biru ini mengatakan pula bahwa,  prospek usaha AMDK sampai saat ini masih menjanjikan,  hal ini bisa terlihat dari perusahaan-perusahaan nasional yang bergerak di sektor retail,  mereka melebarkan usahanya ke bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).   Evan menjelaskan bahwa,  faktor yang menyebabkan timbulnya persaingan usaha AMDK di Indonesia,  didorong oleh jumlah industri yang cukup banyak dan penyebarannya belum merata,  serta lebih banyak terpusat di Pulau Jawa.

”Kondisi ini menjadi pemicu terjadinya perebutan pasar,” ujar Evan. Dengan semakin bertambahnya industri AMDK di daerah,  Evan berharap bahwa,  hal ini dapat lebih meratakan distribusi,  baik yang berhubungan dengan AMDK maupun sektor-sektor pendukung.   Menurut Evan,  untuk membenahi kondisi ekonomi di Indonesia saat ini,  pemerintah harus turut serta berperan di tengah masyarakat,  dengan membuat kebijakan yang pro usaha,  serta menindak aparat yang dianggap menghambat investasi dan mempersulit izin,  yang mengakibatkan keengganan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.       (E-018)****