Kampung Berwarna Cibunut Kawasan Bebas Sampah

33

Siapa saja yang melewati gapura Gang Cibunut akan disambut dengan warna-warna cat cerah dan ceria di sisi kiri dan kanan dinding gang. Ya inilah kampung Cibunut, sebuah kampung berwarna di kawasan Jalan Sunda, RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Keberadaan kampung Cibunut berwarna ini sudah tiga tahun keberdaannya sejak diresmikan  menjadi kawasan bebas sampah dan sadar lingkungan.

Perkempungan yang berada di tengah Kota Bandung , di huni oleh sekitar 520 kepala keluaga (KK) , merupakan role model kampung yang dapat membenahi dirinya sendiri dengan menerapkan daerah bebas sampah dan mengolahnya menjadi produktif. Bukan hanya itu , wilayah ini rumah-rumahnya dipenuhi dengan gambar mural warna-warni di setiap wilayah RT (Rukun Tetangga). .Ada sembilan warna yang dipakai untuk rumah warga. Sembilan warna itu menjadi ciri khas untuk sembilan jumlah RT. Melalui warna, diharapkan tidak ada lagi pengunjung yang tersesat atau kebingungan mencari alamat di kampung ini.

Gagasan Cibunut berwarna, bermula dari aktivitas warga yang melaksanakan program bebas sampah. Program yang dilaksanakan warga  mendapat perhatian dari komunitas, praktisi pencinta lingkungan,alumni ITB, akademisi,dunia usaha dan pemerintah, sehingga projek ini terwujud berkat the power of colabotration.

Di kampung Cibunut , warga dilatih untuk menghabiskan sampah mulai dari sumbernya. Mereka memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah melalui biodigester, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui bank sampah. Berkat kegiatan gotong royong warga dan program Oh Darling atau orang sadar lingkungan, kampung Cibunut semakin dikenal oleh warga lain sebagai tempat yang ramah lingkungan, bahkan tak jarang Cibunut kerap menjadi sarana study banding dan kunjungan bagi beberapa pihak,k dari dalam  maupun luar negri untuk menjadi tempat sharing dan berbagi pengalaman dalam mengelola pemukiman yang sadar dan cinta lingkungan. Salah seorang tokoh masyarakat penggiat dan pencinta lingkungan hidup,  Aang Hamid Suganda sempat bertemu dan berbincang langsung dengan tokoh masyarakat Cibunut saat berkunjung langsung ke lokasi kampung Cibunut berwarna .

Aang Hamid Suganda mengatakan, perkampungan Cibunut merupakan bentuk kekompakan masyarakat dan kesadaran masyarakat dalam mencintai lingkungan tempat tinggalnya yang mendorong menimbulkan kreatifitas yang bernilai produktif. Hal ini patut dijadikan inspirasi bagit walayah-wilayah lainnya.

Sementara Ketua RW 07 Herman Sukmana menyelaskan, kedatangan tamu dari luar ke Cibunut untuk sharing informasi, seperti dilakukan tokoh masyarakat pengiat dan pencinta lingkungan hidup Aang Hamid Suganda , Ia merupakan orang yang konsen untuk masalah lingkungan hidup,  bisa diajak kerjasama dan memberikan masukan untuk kampung Cibunut . (E-004) ***