Pemprov Peduli Fasilitas Air Bersih di Perdesaan

34

BISNIS BANDUNG- Tibanya musim kemarau  tahun ini   yang menyebabkan  kekeringan di sebagian Jawa Barat telah  berdampak pada  kesulitan air bersih. Inilah  tantangan  yang harus dihadapi  yaitu bagaimana mewujudkan sarana air bersih secara merata  tetap tejaga.

Ketika melakukan pemantauan pembangunan sarana air bersih di Desa Balimbing, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, baru-baru ini, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menyatakan  pihaknya  sejalan dengan  Pemprov Jabar untuk  terus meningkatkan  penyediaan  fasilitas air bersih di  perdesaan.

Dalam kunjungannya bersama  Komisi IV DPRD Jabar,  ia  melihat  sarana air bersih yang  sudah terbangun, dan  sudah tersalurkan. Ia juga memahami  keuinginan  masyarakat  agar di wilayahnya tersedia air bersih  secara mudah.  Bukan saja di Desa Balimbing, namun di desa lainnya  yang kondisinya relatif sama.

Ketua DPRD Jabar mengapresiasi program bantuan pembangunan sarana air bersih yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia pun berharap program bantuan serupa dapat dilakukan oleh unsur pemerintahan lainnya.

“Bukan saja  bantuan dari pemerintah provinsi,  ada juga bantuan sarana air bersih dari pemerintah pusat dan itu positif.  Bagi kami dari manapun bantuan  itu, apakah  kabupaten, provinsi, maupun pusat tujuannya untuk  membangun desa” kata Ineu.

Hal positif  terjadi  pula lewat peran Bumdes dalam mengelola fasilitas desa yang  terus digerakan. Diharapkan infrastruktur  seperti  akses jalan, fasilitas lingkungan, dan fasilitas rumah tangga seperti MCK harus bisa dipenuhi minimal untuk kebutuhan dasar mereka.

Ineu menjelaskan,  kebutuhan air adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat,  sehingga  perlu  dari perhatian besar dan kebersamaan  dari  pemerintah provinsi , pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten /Kota.

 “Bagaimana  mensinergiskan program ini  dengan   pusat, provinsi, dan kabupaten /kota yang targetnya  memenuhi kebutuhan masyarakat terutama  yang kondisi lingkungannya kurang memadi, ” kata Ineu.

Sesuai dengan hasil pemanatauan di lapangan daerah-daerah di Jawa Barat terutama di pinggiran perkotaan masih banyak yang menegeluhkan persoalan ketersediaan air bersih.

Kalau di perkotaan sudah ada penyedia air seperti PDAM. Mereka yang tinggal di perdesaan pun   menginginkan fasilitas air bersih. Bantuan yang diberikan pemprov sampai sejauh ini cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan  air bersih.

Ia  menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan menggunakan fasilitas sarana air bersih tersebut dengan baik.(B-002)***