Rotasi di Bank BJB Perlu Kehati-hatian

45

BISNIS BANDUNG- Upaya penyegaran susunan atau rotasi direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus ditindaklanjuti secara hati-hati dan bertahap.

Oleh sebab itu usulan penyegaran direksi bank bjb harus disesuaikan dengan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan masa jabatan dari direksi tersebut yang memiliki periode tertentu.

“Susunan direksi saat ini berlaku sampai RUPS selanjutnya pada 2022. Jadi usulan ini harus disesuaikan dengan jadwal RUPS luar biasa dan masa jabatan dari direksi tersebut yang memiliki periode tertentu,” kata Anggota DPRD Jabar, Gatot Tjahyono kepada wartawan di Bandung.

“Bank BJB merupakan bank sistemik yang masuk dalam 12 besar bank dengan aset Rp110 triliun di Indonesia, serta merupakan perusahaan daerah standard nasional yang sudah jadi perusahaan terbuka atau Tbk, memiliki mekanisme profesional. Sehingga tidak bisa asal melaksanakan RUPS,” kata dia.
Dia mengatakan dalam sejarah perkembangan Bank BJB sampai saat ini, pihaknya melihat jajaran direksi sudah bekerja secara profesional dan baik.
Manajeme Bank BJB, katanya, selalu mampu menjaga performance dengan baik. Ini terlihat saat DPRD Jabar mengundang OJK Kanwil Jabar dalam rapat kerja LKPJ akhir masa jabatan gubernur beberapa waktu lalu.

Memasuki musim politik,  dia mengingatkan agar dalam memilih direksi BUMD, harus mengedepankan profesionalitas. Selain itu, sumber daya manusia unggulan yang kreatif dan inovatif harus disesuaikan dengan standard dan kompetensi.(B-002)***