Tahun Depan, Jepang Naikkan Pajak Penjualan jadi 10 Persen

47

Pemerintah Jepang resmi menaikkan pajak penjualannya dari 8 persen menjadi sebesar 10 persen. Kenaikan pajak penjualan ini akan berlaku pada Oktober 2019 mendatang.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah menunda kebijakan kenaikan pajak sebanyak dua kali. Terakhir kali pajak penjualan dikerek dari 5 persen menjadi 8 persen pada 2014 lalu.

Mengutip AFP, Senin (15/10), kebijakan itu diambil demi mengatasi utang negara. Selain itu, pemerintah juga perlu membenahi biaya program jaminan sosialnya yang bengkak.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menyebut pemerintah akan melakukan langkah terbaik untuk menghindari dampak negatif terhadap ekonomi Jepang. Namun demikian, ia tak menampik kebijakan tersebut masih bisa dibatalkan jika terdapat peluang resesi.

“Langkah terbaik, antara lain tidak menaikkan pajak penjualan makanan,” ujarnya.

Langkah lainnya, Suga menuturkan rencana penyaluran subsidi untuk mengimbangi dampak kenaikan pajak penualan pada beberapa barang. Seperti, rumah dan mobil ramah lingkungan.

Sebagian dari pendapatan kenaikan pajak juga akan digunakan untuk membiayai program persemaian untuk mendorong masyarakatnya memiliki lebih banyak anak. Diketahui populasi Jepang terus menyusut dengan cepat.

“Saya tidak berpikir (kebijakan) pajak penjualan kali akan menciptakan kemunduran dalam ekonomi, sepanjang kenaikan upah dilakukan,” imbuh Hideo Kumano, Kepala Ekonom Dai-ichi Life Research Institute.

Justru, ia melanjutkan menunda menaikkan pajak penjualan berpotensi membebani negara lebih dalam. “Akan timbul kekhawatiran atas pembiayaan jaminan sosial di masa depan, yang pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap konsumsi,” terang dia.

Awal bulan ini, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde memperingatkan Jepang bahwa tantangan pemerintahannya akan meningkat ketika populasi Jepang terus menyusut.

Selain itu, kepercayaan investor pada kemampuan Jepang untuk membayar utang mereka juga dapat membuat suku bunga acuan melonjak dan meningkatkan risiko bangkrut.

Lembaga-lembaga pemeringkat sebelumnya disebut-sebut telah memangkas peringkat kredit Jepang atas utang mereka. (C-003/bbs)***