Making Indonesia 4.0 Diharapkan Pangkas Impor Elektronika

31

BADAN Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian mengharapkan Making Indonesia 4.0 mampu memangkas impor komponen industri elektronika sebanyak 20 persen hingga 2021.

“Dengan penerapan roadmap Making Indonesia 4.0, diharapkan dapat mengembangkan para pemain lokal andalan yang berkemampuan tinggi dalam mengurangi rasio impor untuk komponen elektronika sebesar 20 persen hingga 2021,” ujar Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara melalui keterangannya yang diterima wartawan, Minggu (21/10).

Untuk mewujudkan harapannya itu, Ngakan menyebut Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung sebagai Unit Pelayanan Teknis (UPT) akan menyediakan sarana riset dan perekayasaan serta mendukung pelayanan standardisasi melalui laboratorium pengujian untuk komponen elektronika.

Yang akan diuji tersebut di antaranya resistor, switch dan relay, inductor, lilitan, serta baterai.

Ngakan mengatakan bahwa B4T juga akan melakukan penguatan terhadap industri komponen elektronika di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan suplai bahan baku dasar domestik dan membangun kemampuan manufaktur komponen bernilai tambah tinggi.

Upaya tersebut, diklaim Ngakan dapat fokus untuk memperbaiki aliran material sebagai dukungan proses produksi sektor manufaktur untuk mengurangi impor.

“Dengan demikian kita dapat membangun manufaktur kelas atas, seperti yang memiliki kemampuan dalam industri komponen ponsel dan baterai untuk kendaraan listrik,” ucapnya.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dikatakan Ngakan, dapat melalui program pendidikan vokasi industri serta program ‘foreign talent mobility’.

Langkah lainnya adalah dengan meningkatkan inovasi lokal. Ngakan mencontohkan litbang nasional, pemberian insentif litbang swasta dan transfer teknologi dari perusahaan kelas dunia. (C-003/mik)***