Miliarder Ini Ungkap Rahasia yang Bisa Bikin Kaya Raya

182

SERINGKALI banyak orang berpikir bahwa untuk sukses berbisnis dan menjadi kaya, Anda harus pintar bernegosiasi dan pandai bekerja. Namun pengusaha sekaligus pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban mengatakan, ada satu kemampuan bisnis penting yang sering dianggap remeh padahal bisa dilakukan hampir setiap orang.

“Salah satu kemampuan yang paling sering diremehkan saat berbisnis saat ini adalah berperilaku baik. Baik dalam berbisnis,” terangnya seperti dikutip BB dari CNBC.

Pria dengan total kekayaan mencapai USD 3,9 miliar ini menyatakan, banyak kemampuan bisnis sederhana yang kadang dilupakan banyak orang. Menurutnya, soft skill juga turut berkontribusi besar dalam pengembangan kariernya di dunia bisnis.”Saya mengalami metamorfosis sendiri. Di awal karir, saya sering gagal dan seperti terkena kutukan. Tentu saja saya pernah marah. Namun saya yakin untuk berbisnis sejak usia 20-an dan mendorong diri untuk terus berubah,” kenangnya.

Menurut dia, berbuat baik dan berbagai soft skill lain harus juga dimiliki para pebisnis juga melancarkan usahanya. Bahkan sejumlah studi menunjukkan, kecerdasan emosional yang tinggi dalam membuat Anda cepat sukses dan kaya.

Pakar pengembangan karier global Soulaima Gourani mengatakan, yang membuat Anda semakin bernilai adalah kemampuan Anda untuk bekerja sama danĀ  menjaga hubungan baik dengan orang lain.

“Banyak pekerjaan yang mungkin berlalu begitu saja, tapi kecerdasan emosional Anda akan selalu jadi hal yang lebih penting dan tak pernah terlepas,” jelas Gourani.

Menurutnya, pemahaman yang baik pada diri sendiri, pengendalian diri yang baik, empati dan pemahaman akan keputusan, keinginan, serta kebutuhan orang lain merupakan kemampuan yang harus dimiliki banyak pebisnis.

Terlebih dia menjelaskan, Anda juga akan bekerja dengan orang-orang yang berbeda usia, kepribadian, latar belakang pendidikan.

Tak jarang, konflik di kantor atau saat berbisnis terjadi begitu saja. Hal tersebut senada dengan keyakinan Cuban tentang kemampuan berperilaku baik.

“Orang-orang benci bekerja dengan mereka yang berbuat seenaknya. Lebih mudah berbuat baik daripada menjadi orang yang bersikap buruk dan dibenci,” pungkasnya. (C-003)***