Orchid Forest Cikole Ada Bunga yang Menyala

40

Perjalanan menuju Orchid Forest Cikole yang terletak di Jalan Tangkuban Perahu, Lembang,bisa dilakukan menggunakan moda transportasi pribadi atau umum. Dari pusat Kota Bandung diperlukan waktu kurang lebih satu jam perjalanan untuk sampai lokasi, bila perjalanan tidak terhambat kemacetan arus lalu lintas. Masuk ke hutan orchid atau anggrek ini cukup murah,  Rp 30.000/orang, biaya parkir mobil Rp 5.000l dan Rp 3.000 untuk motor. Pihak pengelola menyediakan shuttle bus sampai ke hutan anggrek,karena jarak dari gerbang sampai ke kawasan hutan pinus lumayan cukup jauh.

            Dari loket penukaran tiket masuk, spot-spot instagramable sudah terlihat. Di berbagai bagian hutan terdapat platform kayu yang dipasang di atas pohon. Selain jadi spot untuk melihat keseluruhan hutan, teras ini juga berfungsi jadi tempat foto yang ciamik. Untuk keamanan, semua teras yang ada dipasangi peringatan jumlah maksimal orang yang bisa naik. Dalam lahan seluas 12 hektare ini, terdapat lebih dari 157 jenis bunga anggrek yang dibudidayakan. Bibit anggrek berasal dari berbagai negara, seperti Venezuela, Amerika Serikat, hingga Peru. Orchid Forest Cikole  disebut-sebut sebagai taman anggrek terbesar di Indonesia.

            Ekowisata yang baru beberapa tahun dibuka ini bagaikan paket lengkap. Pemandangan alam asri dengan udara sejuk, instalasi sarana yang aesthethic, berbagai spot foto yang instagramable serta fasilitas dan sub destinasi yang beragam.Tidak ketinggalan hutan pinus dengan barisan rapat pohon-pohon yang menjulang tinggi menciptakan estetika dan kesan petualangan dalam sebuah foto.Oleh karena itu hampir semua pengunjung yang datang tidak melewatkannya untuk mengabadikan keindahan panorama dengan lensa kamera baik kamera profesional ataupun hanya memakai telepon genggam saja. Meskipun namanya forest (hutan), jalan untuk menelusuri barisan pohon pinus di Orchid Forest sudah berupa paving block sehingga nyaman untuk anak-anak dan lansia.

            Fasilitas penunjang wisata tersedia lengkap mulai dari toilet yang unik, hingga spot duduk-duduk dengan tenda berteduh dengan bean bag warna-warni serta rumput yang bersih. Papan penunjuk arah berada di tiap persimpangan jadi nggak perlu takut tersesat atau kebingungan mencari tempat.

Salah satu yang kami temui adalah sebuah amfiteater yang keren banget. Di depan semua bangku yang berjajar rapi ada panggung kecil dengan atap segitiga besar.Favorit pengunjung ialah jembatan gantung yang terhubung dengan wahana flying fox,untuk menaikinya kita harus membayar tiket sebesar Rp 15.000. Dari jembatan gantung ini para pengunjung kerap berswafoto dengan latar hutan pinuis.Tempat lainnya yang menjadi favorit pengunjung ialah, Garden of Lights  adalah taman kecil dengan jalan setapak berkelok dengan pemandangan tumbuhan bunga yang bisa menyala pada sore hari. (E-001) ***