Pohon Seribu Manfaat Pemberi Kehidupan pada Manusia

49

Kelapa (cocos nucifera) merupakan tumbuhan yang hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan ,  sehingga pohon ini dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia . Tumbuhan kini telah menyebar luas ke seluruh daerah tropika dunia. Pohon dengan batang tunggal , akar serabut, adaptif pada lahan berpasir . Batang yang beruas-ruas , namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik). Daun  tunggal dengan pertulangan menyirip, bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Bunga pohon kelapa tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea yang terdapat bunga jantan dan betina, berumah satu.

Bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah kelapa, berdiameter rata-rata antara 10 cm sampai 20 cm , berwarna kuning, hijau, atau coklat. Buah tersusun dari mesokarp berupa serat yang berlignin (sabut) yang melindungi bagian endokarp yang keras (batok) yang kedap air. Endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Sedangkan endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim,  fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tua buahnya.

Kelapa secara alami banyak tumbuh di daerah pantai, pohonnya mencapai ketinggian 30 meter.  Tumbuh pada ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, akan mengalami pelambatan pertumbuhan.Kelapa pohon hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan .

Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi penyangga bangunan sistem cakar ayam oleh Prof. Sedijatmo. Batangnya, digergaji menjadi papan yang disebut kayu glugu, dipakai  untuk bangunan rumah. Daunnya dipergunakan untuk atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa jadi bahan untuk pembungkus ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang digunakan, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara. Tangkai daun yang sudah dikeringkan dihimpun dalam satu ikatan yang disebut sapu.

Tandan bunga yang masih muda yang disebut mayang oleh orang Jawa-Mataraman dipakai sebagai bahan pengganti gori dalam pembuatan gudeg dan disebut gudeg manggar. Bunga betina atau buah muda yang disebut bluluk (bahasa Jawa) dapat dimakan.

Sedangkan cairan manis yang keluar dari tangkai bunga yang disebut  nira atau legèn dapat diminum dan difermentasi menjadi tuak,gula merah. Sabut kelapa, diperdagangkan sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau batok,  digunakan sebagai bahan bakar atau dibuat perabot dapur, seperti gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai kerajinan tangan.

 Daging buah muda berwarna putih dan lunak  biasa disajikan dengan campurani es . Cairan ini memilki khasiat penetral racun dan efek penyegar/penenang.

Daging buah kelapa yang sudah tua dikeringkan yang disebut kopra , bahan baku untuk minyak kelapa dan turunannya. (E-001) ***