POLDA JABAR Gelar Perkara Kasus Pembakaran Bendera

46

Direktorat reserse kriminal umum polda jawa barat, melakukan gelar perkara terkait kasus pembakaran bendera berlafadz tauhid oleh oknum anggota banser, di mapolda jabar. kepolisian mendapati sejumlah fakta, salah satunya keberadaaan peserta yang membawa bendera selain merah putih, dan mengibarkannya saat peringatan hari santri. padahal hal tersebut telah dilarang panitia.

Penanganan kasus pembakaran bendera berlafadz tauhid hizbut saat hari santri nasional, di kecamatan limbangan, kabupaten garut, resmi dilimpahkan ke direktorat reserse kriminal umum kepolisian daerah jawa barat.

Saat ini, diteskrimum polda jabar fokus untuk menyelidiki salah satu peserta acara, yang diduga membawa dan mengibarkan bendera hti, padahal sebelumnya dilarang panitia penyelenggara, hingga berujung pembakaran oleh oknum anggota banser.

Direktur reserse kriminal umum polda jabar, kombes umar surya fana mengungkapkan, penyelidikan mengenai peserta pembawa bendera yang diduga hti tersebut, dinilai penting untuk memperjelas akar permasalahan. hal tersebut karena, berdasarkan laporan ketua panitia acara, telah disepakati, seluruh peserta tidak diperbolehkan membawa bendera lain selain  merah putih.

Hingga saat ini, ditreskrimum polda jabar belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. status tiga oknum pelaku pembakaran yang diamankan kepolisian pun masih terperiksa.

Yuwana kurniawan, bandung tv.