Terimbas Kebijakan Donald Trump Ekspor Jawa Barat Turun 3.77%

21

BISNIS BANDUNG- Ekspor Jawa Barat ke Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan utama mengalami penurunan 3,77% , terimbas kebijakan politik Presiden AS, Donald Trump. Amerika , Jepang dan Thailand merupakan pangsa pasar terbesar  ekspor non migas Jawa Barat . 

Tiga negara yang menjadi pangsa pasar terbesar , mendominasi ekspor non migas Jabar ,  Amerika Serikat , Jepang dan Thailand, masing-masing senilai USD 506,94 juta,  USD 282,21 juta dan USD 199,74 juta . Peran ketiganya mencapai 35,37%. Ekspor Jawa Barat  , antara  Januari – Agustus 208 sangat ditentukan oleh ekspor non migas, terutama dari sektor industri pengolahan  yang berkontribusi hingga 98,97% , diikuti sektor migas sebesar 0,72% , pertanian 0,27%  serta sektor pertambangan dan lainnya 0,03%.

”Sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian umumnya masyarakat Jawa Barat masih belum banyak menembus pasar ekspor. Selain itu perlu dicermati mengenai kebijakan politik rejim Trump , apabila kebijakan ini berdampak jangka panjang ,” tutur Kepala BPS Jabar , Dody Herlando di Kantor BPS Jabar  Jln PHH Musthopa Bandung.

Dikemukakan Dody , ekspor Jawa Barat pada bulan Agustus 2018 mengalami kenaikan sebesar 1,32% dibanding  dengan bulan Juli 2018 , dari USD 2,78 miliar menjadi USD 2,81 miliar. ”Ini merupakan tertinggi, baik untuk nilai ekspor maupun ekspor non migas Jawa Barat,” ungkap Dody,baru-baru ini seraya menjelaskan , peningkatan nilai ekspor dan ekspor non migas , utamanya disebabkan oleh ekspor non migas yang naik sebesar 0,75% dengan kontribusi terhadap total ekspor mencapai 99,28%.

Berdasar data  BPS Jabar yang dirilis Oktober 2018 menyebutkan, dalam kurun waktu 13 bulan terakhir , nilai ekspor Jawa Barat tertinggi  terjadi pada Agustus 2018 sebesar USD2,80 miliar , terendah tercatat pada Juni 2018 senilai USD 1,75 miliar . Sementara nilai ekspor migas terendah tercatat  USD 1,69 juta pada Juli 2018 , tertinggi pada bulan Juni 2018 sebesar USD 33,85 juta. Pada bulan Agustus 2018 , volume ekspor Jawa Barat mengalami peningkatan dari 699,96.000 (Juli 2018) menjadi 738,70.000 ton , meningkat sekitar 5,53% . Neraca perdagangan Jawa Barat pada Agustus 2018 mengalami surplus sebesar USD1,66 miliar yang ditunjang oleh surplus komoditi non migas sebesar USD 1,81 miliar, sementara migas defisit USD 151,13 juta.
                                             Impor Jawa Barat

Sementara itu, nilai impor Jawa Barat pada Agustus 2018  sebesar USD 1,15 miliar mengalami penurunan 11,50%  dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan Agustus impor non migas senilai

USD 0,99miliar , turun 14,50% dibanding bulan sebelumnya.  Namun di sisi lain impor migas mengalami kenaikan  11,39% , dari USD 151,27 juta menjadi USD 168,50 juta. Impor migas tertinggi terjadi pada April 2018 , teracat USD205,70 juta , terendah USD58,55 juta tercatat pada Juli 2018. Untuk impor non migas , tertinggi tercatat pada bulan Juli 2018 sebesar USD 1,15 miliar, terendah USD 0,67 miliar pada Juni 2018.

Sejauh ini impor non migas Jawa Barat , terbesar masih berasal dari Tiongkok senilai  USD 291,89 juta , kemudian Jepang USD 163,87 juta dan Korea Selatan senilai USD 129,71 juta. Peran ketiga negara tersebut  mencapai 59,39% terhadap total nilai kumulatif impor non migas.

Dari sisi volume , menurut data BPS Jabar , impor pada Agustus 2018 menunjukan perbedaan dari sisi nilai dibanding pada bulan sebelumnya. Terjadi kenaikan volume  sebesar 4,44% , sebelumnya 473,14.000 ton menjadi 494,15.000 ton , terdorong oleh naiknya volume impor migas sebesar 19,63% dengan kontribusi sekitar 53,51%. Sisi lain , volume impor non migas turun10,59% . Secara keseluruhan  volume impor non migas naik  12,74% , migas 28,40%  . (B-003) ***