Program Rutilahu Lampaui Target

31

BISNIS BANDUNG- Dari target program rumah tidak layak huni (Rutilahu)  di Jawa Barat  sebanyak 100 ribu unit rumah,  hingga  saat ini  sudah mencapai 178 ribu unit rumah atau melebihi target yang direncanakan.

Ke depan, diharapkan di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar terpilih, program rutilahu ada penambahan target. “Sebagai pelaksana program rutilahu kami harus siap untuk membantu. Program ini terus berjalan dengan skema yg lebih banyak dengan segmentasi masyarakat yang berpenghasilan rendah,” ungkap Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari di Kec.Blanakan Kab.Subang, Jum’at (26/10).

Ineu Purwadewi  mengatakan, bantuan program rutilahu sejauh ini terlaksana dengan baik dan dari hasil pemantauan di lapangan pada pelaksanaannya antusiasme masyarakat merasa puas dan apresiatif terhadap program tersebut.

“Ini menandakan program rutilahu ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya seraya berharap program bantuan dari provinsi ini bisa terus berkesinambungan.

“Tahun 2004 lalu desa ini dikategorikan tertinggal, jauh dengan saat ini yang lebih maju,” katanya.

Pelaksana program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Dinas Pemukiman Dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Indi Nurdiansyah mengatakan, di Kabupaten Subang terdapat 40 ribu unit rumah yang dikategorikan tidak layak huni. Namun saat ini kriteria program rutilahu tersebut masih pada masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sehingga program ini masih sangat dibutuhkan secara berkesinambungan, mengingat masih banyaknya unit rumah yang tidak layak huni,” ujar Indi.

Kepala Desa Rawa Mekar, Warta Sukma menyebutkan, program rutilahu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama menengah ke bawah secara ekonomi. Di Desa Rawa Mekar ada 20 unit rumah yang terbagi di tiga dusun.

“Dusun Tegal Koneng ada 6 rumah, di Dusun Tegal Panjang dan Dusun Tegal Panjang Tengah masing-masing ada 7 rumah. Totalnya 20 rumah yang direnovasi,” ujar Warta.(B-002)***