Bandung Jadi Kota Kedua Incaran Pencari Rumah Setelah Jakarta

32

BISNIS BANDUNG – Pesona Kota Bandung ternyata memikat banyak pencari rumah untuk membeli hunian di kota dengan sebutan”Kota Kembang”. Berdasar data Lamudi,  Bandung menjadi kota kedua terbanyak dicari oleh pencari rumah setelah Jakarta. Kesimpulan tersebut didapatkan dari pengunjung portal properti Lamudi.co.id .  

 

Jual beli rumah terbanyak berada di kota Jakarta, rata-rata dalam sebulannya terdapat sekitar 68.885 orang yang berniat membeli rumah . Harga rata-rata rumah di Jakarta  mencapai Rp 18 juta  per meter persegi.

 

Diurutan kedua adalah Bandung, sebulannya ada sekitar 22.267 orang berniat membeli rumah di Bandung. Sekedar catatan, mayoritas pencari rumah yang mengincar Kota Bandung, tertarik membeli rumah di kawasan Dago, Buahbatu dan Antapani dengan rata-rata harga jual rumah  mencapai Rp 12.800.000   per meter pesegi.     

      

Urutan ketiga adalah Bekasi, di kota ini rata-rata dalam sebulannya ada sekitar 20.740 orang berniat untuk membeli rumah di Bekasi dengan harga rata-rata  rumah  Rp 9.800.000  per meter persegi. Mayoritas pencari rumah di Bekasi berniat membeli di Kota Harapan Indah, Bekasi Barat dan Bintara.        

 

Sementara pada urutan ke empat adalaha Surabaya, setiap bulannya ada sekitar 18.149 orang mencari rumah di Surabaya dengan harga rata-rata  jual rumah  Rp. 12.000.000, per meter persegi.

 

Pada urutan ke lima ditempati Kota  Bogor dengan 10.301 orang berniat membeli. Area yang paling banyak dipilih adalah Sentul City, Cileungsi, Cibinong. Rata-rata harga rumah di Bogor  Rp 10.565.217 per meter persegi.

 

Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia mengatakan, selain untuk ditinggali , banyak motivasi, misalnya membeli rumah di Bandung sebagai investasi dengan cara disewakan. Pasar bisnis sewa rumah di Bandung  dinilai sangat potensial untuk digarap. Berdasar data Lamudi rata-rata setiap bulannya ada sekitar 9.911 orang berniat untuk sewa rumah di Bandung.        

 

Menurut Mart , setidaknya ada tiga faktor yang membuat mengapa Bandung menjadi kota favorit pencarian rumah, baik untuk ditinggali atau investasi sewa rumah. Pertama adalah  faktor pembangunan infrastruktur, Mart menyebutkan, saat ini pembangunan infrastruktur di Bandung sedang marak dilakukan. Contohnya , pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga pembangunan Tol Soroja yang menghubungkan antara Soreang dengan Pasir Koja. Melalui tol terbaru  membuat perjalanan dari kota Bandung menuju Soreang atau sebaliknya dapat ditempuh hanya 15 menit yang tadinya bisa mencapai 1,5 jam.     

 

“Infrastruktur menjadi kunci bisnis properti, karena keberadaan infrastruktur dapat memudahkan mobilisasi seseorang,” kata Mart.   

 

Faktor yang kedua adalah pertumbuhan perekonomian di Kota Bandung setiap tahunnya terus berkembang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 di Bandung mencapai 7,64% dan tahun 2016 meningkat menjadi 7,79%. Pertumbuhan perekonomian  akan mendorong banyak pebisnis masuk ke Bandung dan saat itu mereka  akan membutuhkan tempat tinggal.    

Faktor ketiga, lanjut Mart , adalah pariwisata karena Bandung selama ini dikenal memiliki destinasi wisata yang sangat bagus dan menjadi potensi bisnis yang sangat menjanjikan bagi para investor properti yang mengincar keuntungan dari sewa rumah, vila, kondotel atau apartemen. ***