Es Dawet Ireng Kuliner Khas Purworejo yang Melegenda

18

Es Dawet Ireng (es dawet hitam-red) merupakan minuman segar dingin khas  Purworejo. Bila Anda melintasi jalan raya Banyumas-Purworejo banyak  pedagang dawet menjajakan dagangannya berjejer di pinggiran jalan sawah. Warna hitam atau ireng yang khas dari dawet purworejo ini bukan berasal dari pewarna makanan, tapi dari abu merang yang dibuat dari tangkai padi kering yang dibakar sampai menjadi abu.  Selanjutnya abu merang ini dicampur dengan air, hingga menghasilkan warna hitam pekat .

Penggunaan abu merang pada dawet ireng membuat rasa dan aromanya menjadi berbeda dari dawet pada umumnya.  Sebagai bahan pewarna , penggunaan air abu merang  membuat tekstur dawet menjadi  kenyal dan enak. Abu merang juga sering digunakan sebagai bahan campuran aneka jajanan pasar tradisional, karena selain sebagai pewarna alami, juga menjadi bahan pengenyal alami. Es dawet ireng ini rasanya benar-benar enak dan segar , apalagi bila disajikan saat cuaca panas. rasanya nampol  di tenggorokan untuk melepas dahaga. Rasanya yang kenyal segar , ditambah cairan sirup manis  dan santan, rasa gurihnya semakin terasa nikmat.

Di Purworejo terdapat penjual dawet ireng legendaris yang disebut, Es Dawet Jembut Kecabut, sebutan nama ini mungkin terdengar sedikit jorok. Tapi ternyata, nama itu hanya sebuah singkatan. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya tercabut dari akarnya.

Dinamai Es Dawet Jembut Kecabut karena lokasinya berada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh , disingkat menjadi Jembut Kecabut. Unik, nyentrik dan nikmatnya kuliner ini , bakal menarik kepenasaranan siapa saja untuk menikmati dawet hitam yang sangat legendaris ini. Banyak konsumen dari luar kota yang datang  hanya untuk menyeruput kesegaran es Jembut Kecabut. Dawet hitam khas Purworejo tersebut pertama kali dirintis oleh Mbah Ahmad Dansri pada sekitar tahun 1950- an. Awalnya minuman yang dibuat Mbah Ahmad hanya untuk dikonsumsi oleh para petani pada musim panen. Ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk menjajakan minuman buatannya kepada petani.

Dawet hitam ini racikannya cukup sederhana, dan diolah secara manual.  Dawet  hitam khas Purworejo  dalam penyajiannya lebih banyak dibanding santan , air gula aren dan es sebagai tambahan penyedap rasa. (E-001) ***