Diikuti 105 Kendaraan Fourwheel Drive WJAOR XIX Heavy 2018 Berlangsung di Sumedang

19

Event tahunan adventure offroad yang pelaksanaannya dilakukan secara berkala, kembali  hadir ditengah para pecinta petualangan wisata alam berkendara fouwheel drive. West Java Adventure Offroad (WJAOR)  selalu dinanti oleh para peserta tradisional yang cenderung  fanatisme. Perhelatan ini merupakan  yang ke-19  mendapat support langsung dari pemerintah Kabupaten Sumedang, 1-4 November 2018.

“Saya bersyukur, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi para offroader, serta menjaga kekompakan sambil menikmati alam wisata yang ada di Kabupaten Sumedang. Diharapkan bukan kegiatan hura-hura, melainkan  lebih untuk bisa mempromosikan potensi wisata, bahwa Kabupaten Sumedang itu indah, luas, dan menarik,”ujar Erwan Setiawan,Wakil  Bupati Sumedang

Event yang menjadi perhelatan rutin komunitas Paguyuban Jeep Bandung ini, memasuki tahun kesembilanbelas masa penyelengaraannya. Setiap penyelenggaraannya, WJAOR kerap menampilkan sesuatu yang baru. Dalam artian, konsep acaranya lebih mengutamakan kepada pengenalan daerah potensi wisata yang belum pernah terjamah manusia bahkan terekspose.

Berdasarkan data yang diklaim panitia, sebanyak 105 kendaraan fourwheel drive berkategori spesifikasi khusus, mengisi 35 tim yang tergabung dalam kelas Heavy offroad,  masing-masing tim terdiri dari 3 kendaraan. Peserta yang menggunakan mobil spesifikasi khusus 4×4 tersebut datang dari berbagai kota  di tanah air.

“Penyelenggaraan adventure offroad ini tetap fokus pada kentalnya nuansa petualangan dan wisata. Tentu saja hal ini menjadi event yang sangat dinanti oleh para fanatisme WJAOR yang datang dari berbagai kota. Saya bersyukur perhelatan tahunan ini masih bisa konsisten dan tetap berlangsung,”tutur Adjat, Ketua Umum Paguyuban Jeep Bandung.

Sehari sebelum pelaksanaan, para peserta terus berdatangan untuk mengikuti penilaian kelayakan kendaraan peserta (scrutineering), dan melakukan briefing mengenai proses keseluruhan perjalanan penjelajahan.

Sudah sejak pagi hari, para peserta berkumpul di pendopo gedung negara Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dibuka dan dilepas secara langsung oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan. Rombongan tim offroader dengan atribut serta peralatan yang safety, dilepas secara bergantian dengan interval waktu berbeda. Seluruh offroader yang terlibat berjelajah melewati beberapa jalur Country Road yang ada di kabupaten Sumedang.

Perjalanan Country Road hari pertama langsung menyusuri daerah Gorowong Kampung Gula dan Cilopang. Di lintasan ini karakter trek berupa single trek dengan tingkat kesulitan berupa  tanjakan menjadi rintangan offroader yang harus rela menunggu giliran cukup lama. Setiap peserta yang menyusuri trek di PRC 1 ini harus dibantu dengan peralatan winch. Dari ratusan kendaraan peserta, hanya 30 kendaraan yang tiba di basecamp pertama di Puncak Damar Waduk Jatigede Sumedang.

Setiap peserta mendapat kesempatan menikmati setiap cross country yang memiliki karakteristik trek yang berbeda. Trek khas relatif ekstrem yang dirancang oleh para punggawa Paguyuban Jeep Bandung (PJB) mewajibkan kepada seluruh peserta melengkapi peralatannya dengan perangkat winch memadai untuk bisa menikmati setiap jengkal tantangan. Hal itu dterlihat ketika para peserta menjalani PRC 2 yang bertolak dari puncak Damar, Cibugel, Citengah, Baginda, Toga, hingga tiba di basecamp Desa Margalaksana Cilembu.

Trek ekstrem lain dirasakan oleh peserta dihari ketiga adalah  di daerah Desa Margalaksana. Trek tiga di kawasan ini berupa turunan yang curam dan licin, hanya bisa dilalui oleh sepuluh tim. Peralatan winch serta PTO menjadi peralatan yang sangat berguna pada setiap jengkal perjalanan untuk melahap trek berupa tanjakan dan turunan yang curam. Secara umum peserta merasa puas dengan sajian trek yang  dilalui.

“Beragam rintangan yang jadi suguhan utama, direncanakan dan dirancang untuk memacu seluruh partisipan. Medan yang dilewati beraneka ragam, kadang lebar dan terbuka tetapi ada pula jalur yang sempit dan licin. Sangat sulit mencari trek yang lebar, rata-rata trek yang dilalui berkategori single trek dengan tingkat kesulitan yang cukup memacu adrenalin setiap peserta. Walaupun banyak mobil yang trouble , terguling di turunan curam di kawasan Margalaksana, namun seluruh offroader aman dan selamat,”ujar Curie Kadarhariadi, Ketua Pelaksana WJAOR XIX 2018.

Hari terakhir petualangan , tepatnya di kawasan Bumi perkemahan Kiarapayung Jatinangor, para peserta wajib menjalani sesi special competition stage dengan format games ketangkasan trail stage untuk penilaian terakhir dengan kontribusi sebesar dua puluh persen penilaian, sedangkan delapan puluh persen penilaian dilakukan selama peserta menjalani trek di jalur country road.

Dalam kategori heavy ,  tim SJI Jabar 1 tampil mengesankan dan berhasil membawa piala Gubernur Jawa Barat untuk kategori WJAOR XIX Heavy 2018. Penghargaan lainnya , seperti jungle man award diberikan kepada tim  Jeep Station. Kemudian Environment award kepada Perhutani 2 dan spirit award diraih oleh tim Jico 2.

“Acara WJAOR ini selalu berkesan sebagai event tahunan sangat ditunggu , setiap tahunnya  memberikan nuansa yang berbeda. Kami sudah mempersiapkan seluruh kendaraannya seoptimal mungkin, minimal bisa lepas dari segala rintangan dalam perjalanan. Kami SJI Jabar 1 bersyukur dinobatkan sebagai juara umum. Semoga tahun depan WJAOR tetap ada dengan suguhan yang lebih menarik dan esktrem lagi,”ujar Ajat dari tim SJI jabar 1. (E-002)***