Kesulitan Peroleh Bahan Baku Prabrik Aci Singkong Cibugel Hentikan Produksi

29

BISNIS BANDUNG –  Dalam seminggu terakhir ini para pembuat aci berbahan singkong (aci sampeu-red)di wilayah Kecamatan Cibugel Sumedang menghentikan produksinya, karena sulitnya mendapatkan singkong , hingga mendorong naiknya  harga aci sampeu “Sudah sekitar satu minggu kami tidak beroprasi, dikarenakan bahan bakunya tidak ada,walau ada , tapi mahal dan kualitasnya jelek, “tutur Dede , pembuat  aci sampeu Dikatakan, langkanya singkong  sangat berpengaruhi pada produksi aci, bahkan  berpengaruh pada harga jual  di pasaran. Saat ini kelangkaan singkong untuk bahan aci, bukan hanya terjadi di wilayah Sumedang saja, namun terjadi di beberapa  daerah di Jawa Barat yang dikenal sebagai sentra produksi aci. “Kami biasanya mendatangkan singkong  dari daerah Sukabumi, walau saat ini di daerah tersebut juga mengalami kelangkaan ,”ujar Dede.

Sejauh ini pihaknya masih belum bisa memprediksi sampai kapan kelangkaan untuk memperoleh singkong terjadi dan kapan bisa kembali normal untuk mendapatkan. Untuk mendapatkan singkong sebagai bahan baku aci , pihaknya mengandalkan pasokan singkong dari Sukabumi. Sementara itu para petani mengaku hasil panen komoditas singkong di wilayah Cibugel tahun ini mengalami penurunan.

“Cibugel sebagai sentra singkong di Sumedang, tiap tahunnya menghasilkan produksi singkong lebih dari 20 ton/ musim. Selain terdampak kemarau panjang , juga karena serangan babi hutan, hingga produksi singkong turun,”ungkap Kardi , salah seorang petani singkong Cibugel kepada BB, akhir pekan lalu.Pada  tahun  ini, produksi singkong dari Cibugel  kurang dari 16 ton .

“Berdasarkan data yang kami terima dari petani, hasil panen singkong di wilayah Kecamatan Cibugel menurun. Biasanya sekitar 20 ton , sekarang hanya sekira 16 ton saja,” ujar Sekretaris Camat Cibugel, Dadang Sundara, Senin (05/11/2018).

Disebutkan, hasil panen sebanyak 16 ton berasal dari perkebunan singkong di  tujuh desa, antara lain Desa Cibugel, Desa Jayamekar, Desa Jaya Mandiri, Desa Tamansari, Desa Sukaraja, Desa Cipasang dan Desa Buanamekar. Di tujuh  desa tersebut, terdapat sekitar 998 hektare perkebunan singkong yang menjadi mata pencaharian petani. Dari luas wilayah kebun itu, setiap musim menghasilkan sekitar  20 ton.

Dadang menyebutkan, selain penghasil singkong,Cibugel juga salah satu wilayah penghasil jagung. Kedua komunitas itu, lanjut Dadang , jadi andalan bagi warga Cibugel.Namun kedua komoditas tadi kerap  diserbu kelompok  babi hutan yang menjadikan tanaman tersebut makanannya Dikemukakan Dadang , selain hama babi hutan , setiap musimnya, para petani juga  mengeluhkan gangguan  hama monyet . Selain dipasarkan ke luar daerah,  singkong menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Cibugel dan sekitarnya.

Terjadinya  penurunan hasil panen singkong di Cibugel, pengusaha aci singkong  Cibugel , terpaksa membeli singkong dari luar wilayah, antara lain dari Sukabumi dan Subang. Menurunnya produksi singkong di Cibugel  , selain ada serangan   hama, juga diduga karena minat petani untuk menanam singkong  mulai mengendur.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Romansah mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terkait kejadian itu, sebab wilayah Sumedang yang lahan pertaniannya masih cukup luas tidak mampu memberikan persediaan hasil bumi.

Hal ini, menurut Dadang Romansah ,  harus menjadi pemikiran bersama, agar di Kabupaten Sumedang ini menjadi salah satu sentra penghasil singkong aci  berkualitas, juga agar pengusaha aci di Sumedang tidak mengambil bahan baku dari daerah lain. “Memang sangat disayangkan, apalagi Cibugel  dikenal sebagai salah satu sentral singkong yang menjadi andalan para pengusaha aci ,”ujar Dadang Romansah.  (E010) ***