Perlukah “Ganjil Genap” Diterapkan?

17

GUNA mengatasi kemacetan lalu lintas  sejumlah ruas Kota Bandung  bakal  diterapkan  sistem ganjil genap. Kabar itu sejak lama  tersiar, namun hingga kini masih  dalam tataran wacana dan pengkajian  institusi  berkompeten. Bahkan,   penerapan ganjil genap itu  terkesan maju-mundur, mau  atau  nggak?

Penerapan  ganjil  genap tentunya harus fokus dan serius, bukan berarti mengenyampingkan persoalan lain.  Artinya setelah dikaji, bukan  didiamkan. Sebab kemacetan  di kota metropolititan , termasuk  Kota Bandung  perlu  segera ditemukan   solusinya. Akan tetapi  kalau ada opsi lain, carilah yang paling cocok.

Segera buatkan saja  Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Bandung dan Kepolisian  untuk mempermudah kegiatan atau operasi di jalan sesuai dengan kapasitasnya. Sebab regulasi  ada di pemerintah daerah sedangkan kewenangan penindakan berada di kepolisian.

Tidak kalah pentingnya  adalah melihat/studi banding dengan  kota yang sudah menerapkannya. Lalu  tetapkan  jalan mana saja yang bisa memberlakukan sistem tersebut.  Walau  saat ini untuk tahap awal  yang memungkinkan diberlakukan sistem ganjil-genal yaitu jalan-jalan pusat kota seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Asia Afrika.

Penerapan sistem ganjil-genap di Kota Bandung  tidak biasa semuanya,  karena  ada beberapa ruas yang nggak bisa diberlakukan.  Selain itu harus ada sarana prasarana khususnya transportasi umumnya apa sudah terpenuhi. Intinya kajian yang diperlukan yakni ruas jalan yang diterapkan,  dan kemudian alternatif jalan yang nantinya bisa digunakan masyarakat.

Apakah maju mundur penerapan ganjil genap  di Kota Bandung  lantaran belum siap. Artinya Kota Bandung harus memperbaiki sistem transportasinya terlebih dahulu untuk mendukung penerapan, seperti halnya  diberlakukan di DKI Jakarta ini. Tapi sampai kapan, padahal solusinya  harus segera ditemukan  untuk mengurai kemacetan.

Penerapan  ganjil genap berarti membatasi jumlah kendaraan pribadi yang digunakan masyarakat. Persoalannya  penggunaan  transportasi umum di  sini  belum begitu diminati. Berbeda dengan Jakarta ada busway,  ada kereta api. Di Bandung ini tidak ada. Cuma angkot, TMB juga jaringannya belum baik, tidak terintegrasi dengan angkot  serta j umlahnya juga masih sedikit.

Sistem ganjil genap  memerlukan  pembenahan sistem transportasinya agar  tujuan mengurai kemacetan  bisa  tercapai. Apakah maju mundur penerapan ganjil genap  di Kota Bandung  lantaran  terhalang oleh berbagai persoalan tadi.

Kalau belum, Kota Bandung harus memperbaiki sistem transportasinya terlebih dahulu untuk mendukung penerapan, seperti halnya  diberlakukan di DKI Jakarta. Tapi sampai kapan?

Didin SM,  Sukajadi Bandung