Moratorium Kirim TKW Perlu Kajian Matang

16

BISNIS BANDUNG- Keinginan  Pemprov Jawa Barat yang akan mengusulkan moratorium pengiriman TKW ke luar negeri, Ineu mengatakan hal tersebut harus benar-benar dikaji lebih mendalam sebelum akhirnya diputuskan untuk melakukan moratorium.

“Maksud saya perlu ada kajian atau pembahasan yang sangat mendalam. Karena jika diputuskan ada moratorium, berarti tidak ada lagi pengiriman TKW kan.  Memang cecara pribadi dan lembaga, kami tidak mau lagi ada kejadian eksekusi mati,” kata Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari di Bandung, baru-baru ini.

Ia  mengungkapkan  DPRD Jabar sangat  prihatin  dan berduka atas eksekusi mati terhadap tenaga kerja wanita (TWK) asal Kabupaten Majalengka, Tuti Tursilawati oleh pemerintah Arab Saudi. Terlebih  dalam prosesnya  tanpa pemberitahuan kepada keluarga almarhumah Tuti Tursilawati di Majalengka.

Menurut dia, eksekusi terhadap Tuti Tursilawati oleh pemerintah Arab Saudi  menjadi bahan evaluasi untuk pihak terkait agar tidak ada lagi kasus serupa menimpa para  pahlawan devisa yang bekerja di luar negeri.

Disampaikan  Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil bahwa pihaknya  akan mengkaji moratorium pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri untuk melindungi para TKW dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Atas peristiwa Tuti Tursilawati, kami akan melakukan studi moratorium pengiriman TKW ke luar negeri. Kami  sedang mengkaji  moratorium tidak boleh ada pengiriman tenaga kerja wanita ke luar negeri yang rawan seperti ini,” katanya kepada pers.(B-002)***