Tiga Tantangan Majukan Pariwisata Jabar

23

BISNIS BANDUNG- Potensi  besar kepariwisataan  di Jawa Barat belum dikelola dengan baik  sehingga  tidak mampu memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Selama belum terjadi singkronisasi mengembangkan kepariwisataan  tidak akan berjalan maksimal. Memajukan  kepariwisataan Jabar diperlukan keterpaduan antar pemerintah  pusat, provinsi, kabupaten/kota dengan pelaku kepariwisataan, pemerhati dan masyarakat, kata Direktur Eksekutif Rumah Pemikir Indonesia, H. Asep Komarudin, S.Ag, M.Ud, kepada wartawan usai  acara diskusi membedah persoalan seputar kepariwisataan Jabar  di

 Bandung, Jum’at (9/11).
Ada tiga tantangan  yang perlu diperhatikan dalam membangun  kepariwisataan  Jabar.

Pertama,  kepariwisataan  di sini  belum bisa meningkatkan lapangan pekerjaan, padahal Jabar memiliki 300 destinasi wisata dan sekitar 600 budaya lokal daerah.

Kedua, pariwisata harus menjadi sumber pendapatan daerah, memberikan PAD yang besar untuk pemerintah.  Ini  bisa menjadi devisa negara jika sumber daya dan potensi pariwisata dikelola dengan baik.

Tantangan  ke tiga adalah  pariwisata Jabar harus bisa mendorong perekonomian nasional.

“Selama ini, yang kita tahu pariwisata Indonesia itu  Bali bagi wisatawan  negara-negara Eropa dan bagi wisatawan Timur Tengah yang dituju adalah Malaysia. Kita harus bisa agar b Jawa Barat menjadi tujuan utama bagi wisatawan asing terutama dari Timur Tengah,” harapnya.

Hasil dari diskusi ini  disampaikan kepada Pemprov Jabar dan stakeholder kepariwisataan, termasuk ke beberapa perguruan tinggi kepariwisataan, tandas Askom panggilan  akrabnya.(B-002)***