406 Starter Beradu Ketangguhan Di Bandung Bagja Enduro Exhibition 2018

20

Minat masyarakat  terhadap olahraga garuk tanah kian hari terus bertambah dan merambah ke berbagai kota di  Indonesia. Bukan hanya kegiatan Grasstrack, Motocross dan trail Adventure saja yang sedang digemari saat ini. Olahraga Enduro pun mempunyai potensi  berkembang.

Sebagai upaya mewadahi serta mempopulerkan balap Enduro di tanah air, khususnya di Jawa Barat, sekumpulan penggila olahraga garuk tanah asal Bandung Timur yang tergabung dalam Bagja Trail Adventure berkolaborasi dengan komunitas ZAZG, Team Keuyeup dan DK Racing Team menggelar sebuah kegiatan bernama Bandung Bagja Enduro Exhibition (BBEX) 2018 yang diselenggarakan di sirkuit Prabuwangi Arcamanik – Bandung, 10-11 November 2018.

“Kejuaraan enduro ini bersifat terbuka. Para peserta yang biasa ikut berlomba di ajang grasstrack, motocross, trail adventure, maupun mantan pembalap, ikut meramaikan persaingan yang terbagi dalam 16 kategori kelas. Kegiatan balap Enduro ini, dikemas lebih professional dengan suguhan trek menantang yang didukung alat transponder dari Morac Timing System,”ujar Sopi Agan Sinarna,  Ketua Pelaksana BBEX 2018.

Trek yang berada di kawasan Bandung Timur ini tepatnya terletak di Sukamiskin  Bandung terletak pada lahan bekas lapangan golf Arcamanik yang dibuat sedemikian rupa menjadi tempat pelampiasan hobi bermotor yang  memacu adrenalin setiap pesertanya. Karakter trek enduro ini didominasi trek tanah di alam terbuka. Trek didesain seperti kontur alam berbukit ,  naik dan turun sepanjang 1,8 kilometer ditambah beberapa rintangan , berupa ban mobil, potongan batang pohon serta handycap lumpur yang sangat pekat nan licin. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi  offroader saat beradu kecepatan. Dalam sebuah balapan enduro tak hanya skill, ketahanan fisik yang prima, konsentrasi dan mental pembalap saja yang menjadi faktor penting, namun keterlibatan kru dilapangan sangat penting untuk membantu para ridernya yang mengalami masalah ketika melewati rintangan yang dilintasinya.

Bandung Bagja Enduro Exhibition (BBEX) 2018  diikuti  sebanyakr 406 Starter dengan jumlah pembalap 282 orang. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia. Dengan trek yang tersusun rapih dan  handicap buatan serta rintangan, menjadikan balapan Enduro kali ini ramai dan memberikan hiburan bagi banyak  mata penonton yang hadir di sirkuit Prabuwangi Park Arcamanik Bandung. Apalagi Guyuran hujan yang membasahi trek sepanjang 1,8 kilometer ini, digenangi air dan membuat permukaan trek semakin licin. Para pembalap pun harus ekstra hati-hati dan rela melahap trek berlumpur yang cukup menguras fisik. Pembukaan BBEX) 2018  dilakukan Dir Pam Obvit Polda Jabar Kombes Pol Deden  dengan One Make Race (OMR) Matik.

“ Kehadiran  406 dirt trackers di kejuaraan ini, menandai betapa tingginya hasrat para enduro mania yang membutuhkan sarana untuk menyalurkan bakatnya di dunia balap Endure. Karakter trek Prabuwangi Arcamanik menguji kehebatan dan uji ketahanan phisik di atas sepeda motor,”ujar Kombes Pol Deden.

 Walaupun diguyur hujan lebat,  tak menyurutkan semangat para pembalap untuk  melahap trek yang berlumpur dan  licin. Setiap kelas diberi durasi perlombaan yang berbeda-beda. Mulai dari waktu 20 menit hingga 45 menit. Kelas yang diperlombakan meliputi Build Up Open, Hobby Open, modif Open,  Lokal, FFA Pelajar Non pembalap, FFA POLRI/TNI,FFA 40+, Executive                            Adventure 30+ Non Pembalap, OMR Suzuki TS, OMR Matic, Exhibition Club BATIN.

Tidak sedikit  peserta yang terjatuh ketika melewati berbagai rintangan. Jatuh bangun para offroader menjadi pemandangan saat  race berlangsung. Bahkan menjadi tontonan yang menghibur  penonton yang hadir untuk menyaksikan  langsung kepiawaian para dirt tracker ketika melewati rintangan.

Persaingan antar peserta di setiap kelasnya berlangsung sangat seru. Para pembalap Enduro secara bergantian tampil sesuai dengan durasi perlombaan yang telah ditentukan. Ajang Bandung Bagja Enduro Exhibition 2018 , keluar sebagai juara umum diraih oleh Chikal Faisal .

Semantara para pemenang kategori kelas executive, hadiahnya didonasikan kepada panti Yatim Piatu Dhuafa Al-Kasyaf Kabupaten Bandung.

“ Walau sukses dan usai digelar, masih banyak yang harus dibenahi dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami sebagai pihak penyelenggara untuk menyongsong kompetisi Enduro di tahun mendatang lebih baik,”kata Boy Hendraningrat, konseptor kegiatan BEEX 2018.  (E-002)***