Prospek Cerah Bisnis Burger

31

Meski banyak yang tumbang, tawaran kemitraan bisnis burger terus muncul. Kali ini dari Burger Junior di Bandung, Jawa Barat. Ada tiga paket investasi yang ditawarkan, yakni Rp 150 juta, Rp 180 juta, dan Rp 240 juta. Mitra bisa balik modal dalam waktu kurang setahun.

Di zaman modern seperti sekarang ini, mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) sudah menjadi tradisi masyarakat perkotaan. Selain mudah dan cepat penyajiannya, fast food juga memiliki varian rasa serta bentuk.

Contohnya burger. Makanan cepat saji berupa roti berbentuk bundar berisi daging dan aneka sayuran ini banyak diminati masyarakat di tanah air. Selain rasanya lezat, kudapan asal Jerman ini juga disajikan secara praktis. Jangan heran, jika bisnis burger semakin menjamur di Indonesia.

Salah satu pebisnis burger adalah Bhakti Alamsyah yang mengusung merek usaha Burger Junior di Bandung, Jawa Barat. Burger Junior didirikan Bhakti pada tahun 2009. Bhakti mulai menawarkan kemitraan pada 2012.

Saat ini Burger Junior telah memiliki tujuh gerai. Dari jumlah itu, tiga gerai milik mitra yang tersebar di Banjarmasin, Medan, dan Mataram. Sementara itu, empat gerai lainnya milik pusat yang tersebar di Bandung.

Bhakti menawarkan tiga paket investasi kemitraan Burger Junior. Yakni, paket senilai Rp 150 juta, Rp 180 juta, dan Rp 240 juta. Untuk paket Rp 150 juta, mitra akan mendapatkan 30 tempat duduk, perlengkapan promosi, pelatihan karyawan, dan 30 menu untuk pembeli.

Sedangkan paket Rp 180 juta, mitra dapat 40 tempat duduk, perlengkapan promosi, fasilitas kiddy land seperti LCD, TV, Air Conditioner (AC), pelatihan karyawan dan 40 porsi menu.

Sementara itu, untuk paket Rp 240 juta, mitra akan dapat 60 tempat duduk, perlengkapan promosi, fasilitas kiddy land, AC, sofa, karaoke mini, pelatihan karyawan dan 60 menu.

Kerjasama bisnis berlaku selama lima tahun. Mitra dapat memperpanjang kerjasama dengan membayar 30% dari nilai investasi awal. Dalam kerjasama ini mitra dipungut royalty fee sebesar 5% dari omzet per bulan.

Karena berkonsep restoran, mitra harus menyiapkan tempat usaha yang sesuai dengan paket. Mulai dari 50 meter persegi (m²) untuk paket Rp 150 juta, 80 m² paket Rp 180 juta, dan 140 m² di paket Rp 240 juta. “Biaya sewa tempat ditanggung mitra. Pusat hanya memberi fasilitas berjualan,” ujarnya.

Harga Burger Junior dibanderol Rp 10.000-Rp 30.000 per porsi. “Saus burger ada jenis saus east meet west seperti chilli, teriyaki, barberque, lada hitam, dan bulgogi,” ujar Bhakti.

Bhakti mengklaim, satu gerai Burger Junior bisa meraup omzet Rp 180 juta per bulan dengan laba bersih 30%. Dengan begitu, mitra ditargetkan bisa balik modal kurang dari setahun.

Royandi Yunus, Konsultan Bisnis Waralaba dari International Franchise Business Management, menilai, dalam bisnis ini mitra dan pusat harus aktif mempromosikan brand usaha. Strategi ini untuk mengantisipasi ketatnya persaingan bisnis burger, sehingga loyalitas konsumen bisa terjaga. “Yang perlu diingat burger itu camilan yang tidak bisa menggantikan nasi. Jadi, burger bukan makanan pokok,” ujarnya. (C-003/bn)***