Sebelas Goa Indra Kila di Kuningan Ditemukan Buyut Kasipan

49

Dari wilayah Kebun Raya Kuningan,  Mandalawangi menuju Desa Karang Kancana, Kecamatan Karang Kancana Kuningan , namun masyarakat setempat biasa menyebut daerah itu, Indra Kila. Konon berdasarkan cerita dari mulut kemulut, pertama kali gua di seputaran Indra Kila di temukan oleh Buyut Kasipan, sekitar tahun 1928, pada saat itu  membuka hutan, untuk dijadikan lahan pertanian. Dalam perkembangannya di kawasan tersebut ditemukan beberapa gua yang jumlahnya mencapai sebelas buah. Goa goa tersebut oleh Buyut Kasipan dipeliharanya, termasuk oleh keturunannya saat ini. Lazimnya goa di daerah lain yang pernah kami kunjungi, memiliki keunikan tersendiri, satu hal pesona yang dimiliki goa Indra Kila, yakni  menyimpan pesona alam yang masih alami , walau potensi goa ini  belum mendapat perhatian pihak berwenang, padahal potensinya bisa dikembangkan menjadi salah satu aset wisata di daerah Kuningan.

Kesebelas goa Indra Kila tersebar di kawasan seluas kurang lebih sepuluh hektar dengan lingkup alam khas pegunungan.  Dari satu  goa ke goa lainnya menelusurinya dengan berjalan kaki. Walau beberapa goa terletak di atas ketinggian,hingga kami agak kesulitan untuk mencapainya , hingga kami menggunakan peralatan yang lengkap untuk memasukinya. Kami  tidak melihat semua goa yang ada,  hanya mengunjungi sekitar tiga goa saja. Ketika memasuki goa , kami di dampingi oleh juru kunci, goa yang beberapa di antaranya, dilarang untuk dimasuki karena masih angker.

Masing- masing goa yang kami masuki memiliki mitos tersendiri . Seperti , goa Kandang ayam, dinamakan demikian karena masyarakat sekitar kerap kali mendengar lengkingan suara kokok ayam di seputaran gua ini. Dari kejadian tersebut melahirkan  nama goa  kandang ayam. Selanjutnya kami memasuki goa Arjuna Mintu Raga. Di mulut gua tampak beberapa peralatan, konon kabarnya , gua ini kerap  digunakan untuk bersemedi . Goa terakhir yang kami dikunjungi ialah goa Nang Neng Nong, dinamakan demikian, karena terdapat beberapa batu yang bila dipukul akan mengeluarkan suara mirip dengan bunyi gamelan.

Secara sekilas tempat ini lebih mirip cerukan, karena lubang-  lubang yang ada di tempat ini tidak bisa kami masuki. Namun demikian , tempat ini merupakan area favorit untuk bermain bagi warga setempat. Memang,  ketika kami berada di area ini cukup banyak, terutama anak anak yang bermain .Masyarakat sekitar, sangat berharap, adanya investor yang bisa mengembangkan potensi  goa Indra Kila yang tidak mustahil akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata terkenal di daerah Kuningan. (E-001) ***