“IMAS” Sosialisasikan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

34

Melakukan kegiatan touring dengan sepeda motor merupakan hal yang sangat menyenangkan, apalagi dilakukan secara berkelompok. Aktivitas otomotif hobi roda dua ini dapat menjadi satu alternatif menghilangkan stress serta kejenuhan akibat kesibukan keseharian yang membosankan.

Kegemaran para pecinta motor antik atau klasik , di Kota Bandung khususnya  semakin merajalela. Tidak bisa dipungkiri, wabah kegemaran tersebut terus menggejala hingga keberadaannya membawa pengaruh terhadap munculnya komunitas otomotif motor antik dalam sebuah  perusahaan hingga lembaga perkantoran. Wabah kegemaran akan motor antik ini terus menyebar dan mendorong terbentuknya sebuah komunitas yang tadinya hanya sekedar bermain dan nongkrong-nongkrong. Komunitas baru pencinta motor klasik  terbentuk pada 29 Agustus 2018  nama IMAS (Ikatan Motor  Antik Samsat) Jawa Barat ,  anggotanya adalah  pegawai yang bertugas  di kantor Samsat Kawaluyaan Bandung.

Sabtu malam  17 November 2018, IMAS mengukuhkan pengurusnya untuk periode 2018-2023. Iwan Tomat  terpilih sebagai Pupuhu (Ketua)  dilantik dan dikukuhkan bersama pengurus lainnya Panggeden (Pembina) Maulana Indra Wibawa yang notabene adalah Kepala Cabang Samsat Bandung Tengah Kawaluyaan Bandung dihadapan para tamu undangan dan anggota IMAS.

 Iwan Dermawan atau yang lebih dikenal dengan Iwan Tomat sebagai Ketua Umum berupaya untuk memilih pengurus dari anggota yang aktif , selain menerapkan  keterbukaan dalam tubuh organisasi untuk membawa komunitas pengguna motor antik ke arah yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat yang patut diwujudkan pengurus Ikatan motor Antik Samsat (IMAS) Jawa Barat  periode 2018-2023.  Hingga saat ini tercatat ada  52 anggota yang telah bergabung dan tidak menutup kemungkinan anggota IMAS  akan bertambah dengan bergabungnya 23 Samsat yang tersebar di kota kabupaten di Jawa Barat .“Komunitas ini dibentuk sebagai media silaturahmi dan mengusung tugas kedinasan dengan tujuan mendekatkan diri dengan masyarakat agar taat membayar pajak kendaraan. Kepada yang ingin bergabung harus punya motor antik bukan identik dengan motor tua. Yang penting antik, dan syarat lainnya yang mutlak adalah kendaraannya harus komplit surat-suratnya. Yang berminat jadi anggota bisa datang langsung ke sekretariat IMAS di kantor Samsat Bandung Tengah di Kawaluyaan Bandung,”ujar, Iwan Tomat.

Para pengurus Ikatan motor Antik Samsat (IMAS) mempunyai niat dan bertekad bersama untuk mewujudkan visi dan misinya, dalam menjalankan roda komunitas, serta  berupaya menjaga eksistensi kumpulan penghobi motor antik yang disertai solidnya ikatan antar anggota. Tentunya hal itu perlu dilakukan dengan kiprah yang maksimal, dan diharapkan mampu mengangkat citra Samsat Jawa Barat dengan banyak sisi positifnya. Tentunya diiringi sejumlah harapan komunitas ini terus tumbuh, dan berkembang dengan baik.

“Keberadaan IMAS ini sangat membantu dan memudahkan Samsat khususnya Bependa Jabar dalam melaksanakan sosialisasi  pembayaran pajak kendaraan bermotor maupun pengurusan surat-surat kendaraan. Berbagai agenda kegiatan telah dipersiapkan. Tak hanya touring sambil “ngeliwet” saja, IMAS akan bekerja sama dengan komunitas otomotif lainnya sambil mensosialisasikan program Samsat Jabar, agar tidak ada lagi wajib pajak motor yang menunggak,”ujar,  Maulana Indra Wibawa , Kepala Cabang Samsat Bandung Tengah Kawaluyaan Bandung. (E-002)***